BOJONEGORO – Rilispublik | Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro mendorong percepatan program pendidikan tahun 2026 agar berjalan lebih terarah, merata, dan berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah. Fokus pembahasan tidak hanya pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), tetapi juga menyentuh persoalan mendasar berupa infrastruktur pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
Dorongan tersebut muncul sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas layanan pendidikan di Bojonegoro di tengah besarnya kapasitas fiskal daerah. Komisi C menilai, pembangunan sektor pendidikan harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari tata kelola penerimaan siswa, dukungan anggaran operasional sekolah, hingga pemerataan sarana dan prasarana pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan bahwa kualitas lembaga pendidikan di Bojonegoro pada dasarnya telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Namun demikian, ia menilai persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan pemerintah daerah.
“Lembaga pendidikan di Bojonegoro ini sebenarnya sudah cukup baik. Tinggal infrastrukturnya yang harus diperhatikan. Jangan sampai kondisi infrastruktur berbeda jauh dengan besarnya APBD yang dimiliki Bojonegoro,” ujar Ahmad Supriyanto.
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak dapat hanya diukur dari capaian administratif atau angka partisipasi sekolah semata, melainkan juga dari kualitas fasilitas penunjang belajar yang diterima siswa dan tenaga pendidik. Ia menilai pemerataan pembangunan sekolah, ruang belajar, fasilitas penunjang, hingga akses pendidikan di wilayah pinggiran perlu menjadi perhatian bersama.
Selain itu, Ahmad Supriyanto juga mendorong agar kebijakan pendidikan tahun 2026 disusun dengan pendekatan jangka panjang dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, program pendidikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu melahirkan kualitas pendidikan yang kompetitif dan berkelanjutan.
Partai Golkar Bojonegoro, lanjutnya, berkomitmen mengawal kebijakan pendidikan yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas generasi muda Bojonegoro melalui program-program yang terukur dan tepat sasaran.
Langkah Komisi C DPRD Bojonegoro tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan tata kelola pendidikan daerah yang lebih adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di masa mendatang.
[Red]










