Musin Banyuasin, Rilis Publik— Dugaan kebocoran pipa kembali terjadi di wilayah operasional WTIP & SPU-2 Jirak, Pertamina EP Asset 2 – Pendopo Field, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Peristiwa tersebut terpantau pada Sabtu, 26 September 2026. Lokasi dugaan kebocoran berada di dalam kawasan objek vital. Berdasarkan pantauan di lapangan, pipa yang diduga mengalami kebocoran kembali mengeluarkan material yang diduga berupa minyak (oil).
Yang menjadi perhatian, material tersebut diduga tidak hanya berada di sekitar titik kebocoran. Aliran terlihat bergerak melalui parit gajah yang berada di dalam kawasan operasional, kemudian mengarah hingga menuju Sungai Jirak.
Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengamanan, pemeliharaan, serta pengawasan terhadap jaringan perpipaan yang berada di kawasan operasional tersebut.
Apalagi, dugaan kejadian ini muncul kembali setelah sebelumnya pada 16 September 2026 juga dilaporkan adanya dugaan pencemaran Sungai Jirak yang diduga berkaitan dengan aktivitas operasional di wilayah tersebut.
Namun demikian, penyebab pasti kebocoran maupun jenis material yang keluar masih memerlukan pemeriksaan teknis, pengambilan sampel, serta hasil uji laboratorium untuk memastikan kandungan dan sumber material tersebut.
SECURITY PERTAMINA: “OK, TERIMA INFONYO NDO”
Dalam upaya memperoleh klarifikasi, media kemudian menghubungi pihak security yang berada di lingkungan operasional melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (26/9/2026).
Namun, respons yang diberikan pihak security terbilang singkat.
“Ok terima info nyo ndo.”
Respons tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai dugaan kejadian telah diterima oleh pihak security. Meski demikian, hingga berita ini disusun belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai apakah kebocoran tersebut benar terjadi, apa penyebabnya, serta langkah teknis apa yang telah dilakukan di lokasi.
Belum ada pula keterangan mengenai apakah material yang diduga minyak tersebut benar telah mengalir hingga ke Sungai Jirak dan apakah telah dilakukan pengambilan sampel untuk memastikan jenis serta sumber material.
KEMBALI TERJADI, PENGAWASAN PIPA DIPERTANYAKAN
Munculnya kembali dugaan kebocoran dalam rentang waktu yang berdekatan menjadi perhatian publik. Pertanyaan kemudian mengarah pada efektivitas sistem deteksi dini, inspeksi, pemeliharaan, serta pengawasan terhadap jaringan perpipaan di kawasan objek vital tersebut.
Jika dugaan kebocoran terbukti, penanganan tentunya tidak hanya menyasar titik sumber kebocoran. Jalur aliran material melalui parit gajah hingga menuju badan sungai juga perlu diperiksa dan ditangani untuk memastikan tidak terjadi penyebaran lebih luas.
Publik juga menunggu penjelasan mengenai titik kejadian, penyebab kebocoran, volume material yang keluar, tindakan penghentian aliran, serta hasil pemeriksaan terhadap kondisi Sungai Jirak.
Media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi resmi dari Pertamina EP, pengelola WTIP & SPU-2 Jirak, maupun instansi pemerintah terkait agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang dan berdasarkan hasil pemeriksaanl yang dapat dipertanggungjawabkan.











