Pemprov Lampung Dorong Kawasan Industri Pangan

Minggu, 26 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (Rilis Publik): Provinsi Lampung terus mendorong pembangunan kawasan industri pangan lokal. Langkah ini bertujuan mengolah komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah tinggi di daerah. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan strategi tersebut saat menerima Kunjungan Kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas. Pertemuan bertempat di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 24 Juli 2026.

Ia memaparkan sejumlah program prioritas untuk mempercepat transformasi ekonomi desa. Pemerintah daerah fokus menguatkan hilirisasi komoditas unggulan melalui Program Desa Ku Maju. Program ini mendorong agar petani tidak lagi menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah.

Selain itu, Pemprov Lampung menyiapkan fasilitas produksi pupuk hayati cair di 2.500 desa. Pemerintah juga membangun fasilitas pengering hasil pertanian pada 500 desa. Program vokasi turut berjalan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal. Gubernur menilai masih banyak potensi komoditas unggulan Lampung yang belum terolah optimal. Hal tersebut menjadi peluang besar bagi pengembangan industri pengolahan daerah.

“Bagaimana sisa komoditas yang belum hilirisasi ini dapat terolah di Lampung. Oleh karena itu, butuh kawasan industri pangan agar nilai tambah tetap berada di daerah,” ujar Kyay Mirza, sapaan akrabnya.

Pengembangan kawasan industri pangan memegang peranan kunci bagi perekonomian lokal. Langkah strategis ini memperkuat daya saing industri pengolahan daerah. Upaya hilirisasi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata.

Sekitar 70 persen penduduk Lampung saat ini menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Daerah ini memproduksi berbagai komoditas penting seperti padi, jagung, hingga ubi kayu. Lampung bahkan menyumbang sekitar 23 persen dari total produksi nanas dunia.

Mirza berharap Bappenas memberikan dukungan penuh terhadap percepatan program hilirisasi ini. Dukungan pusat akan mewujudkan Lampung sebagai pusat hilirisasi komoditas pertanian nasional.

Berita Terkait

Tekan Perceraian, Pemprov Lampung dan Pengadilan Tinggi Agama Jalin Kerja Sama
Sukses Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera
Pemprov Lampung Matangkan Target Prestasi PORNAS KORPRI 2027
Pemprov Lampung Perkuat Rantai Pasok Produk Desa
Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian untuk Perkuat Investasi
Polda Lampung Bidik Oknum Penyeleweng BBM Subsidi dan SPBU Nakal
Polda-Pemprov Lampung Petakan 47 Konflik Agraria, HGU Membandel Terancam Dicabut
Lampung Bidik Pusat Pengembangan Ekosistem Bioetanol Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:10

Tekan Perceraian, Pemprov Lampung dan Pengadilan Tinggi Agama Jalin Kerja Sama

Minggu, 27 September 2026 - 04:33

Sukses Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera

Minggu, 27 September 2026 - 04:22

Pemprov Lampung Matangkan Target Prestasi PORNAS KORPRI 2027

Selasa, 22 September 2026 - 12:21

Pemprov Lampung Perkuat Rantai Pasok Produk Desa

Sabtu, 19 September 2026 - 20:01

Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian untuk Perkuat Investasi

Berita Terbaru