BOJONEGORO – Rilispublik – Amarah warga Desa Kalirejo memuncak menyusul robohnya portal pembatas kendaraan di sisi selatan Jembatan Glendeng. Kejadian di jalur vital Jalan Raya Soko ini dinilai bukan sekadar insiden biasa, melainkan persoalan serius yang harus segera ditindak tegas.
Warga secara terbuka menyuarakan kecurigaan bahwa robohnya portal tersebut dengan dalih ditubruk truck diduga adalah bagian dari strategi oknum yang bertindak semena-mena tanpa mempertimbangkan dampak luas bagi masyarakat.
Salah satu warga Kalirejo yang tidak mau disebutkan namannya dengan nada tegas menyatakan.
“Kalau itu memang kebijaksanaan Pemerintah Bojonegoro tidak masalah, ini diduga dibongkar paksa oleh oknum. Saya berharap Pemerintah Bojonegoro memasang portal itu kembali, karena dikhawatirkan kendaraan yang bukan kelasnya hilir mudik lewat dan nanti yang kena imbasnya ekonomi masyarakat.”tegasnya.
Keresahan serupa juga disampaikan Yasin,warga Desa Mentoro,Kecamatan Soko,Tuban yang sering melintas pagi dan sore. Ia menilai kejadian ini sebagai bentuk pembiaran jika tidak segera ditangani.
“Ini bukan hal sepele. Kalau portal dibiarkan hilang, kendaraan besar akan bebas lewat. Jalan cepat rusak, warga yang dirugikan. Jangan sampai aturan kalah sama kepentingan oknum.”ungkap Yasin.
Tak hanya soal infrastruktur, warga juga menyoroti dampak ekonomi yang bisa timbul. Aktivitas usaha kecil di sekitar lokasi sangat bergantung pada kondisi lalu lintas yang tertib dan aman.
Warga lain menambahkan dengan nada keras.
“Kami ini masyarakat kecil, jangan dikorbankan. Kalau portal hilang, yang rugi kami. Pemerintah harus hadir, jangan diam. Kalau ini dibiarkan, sama saja memberi ruang pelanggaran terus terjadi.”keluhnya.
Desakan pun mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar tidak tinggal diam. Masyarakat meminta kejelasan, apakah pembongkaran tersebut resmi atau ilegal. Jika terbukti dilakukan oleh oknum, warga menuntut adanya tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, warga juga menuntut langkah konkret berupa pemasangan kembali portal sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan umum.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait peristiwa tersebut. Namun satu hal yang pasti, suara warga Kalirejo kian lantang,mereka menolak keras segala bentuk tindakan yang merugikan masyarakat dan mendesak pemerintah segera turun tangan sebelum situasi semakin liar.
[Red]









