Proyek Irigasi Bermasalah, Pekerjaan Irigasi di Tungulrejo Tuban Dikerjakan dalam Genangan Air, Kualitas Dipertanyakan

Selasa, 29 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN | Rilis Publik – Santernya pemberitaan beberapa media online perihal proyek pembangunan saluran irigasi gravitasi di Desa Tungulrejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, masih menjadi sorotan publik.

 

Pasalnya, pekerjaan proyek irigasi yang berlokasi di Dusun Brabo RT /07 RW /02 tersebut, disinyalir dikerjakan secara asal-asalan dan sarat dengan peyimpangan.

 

Parahnya lagi, dilokasi pekerjaan saluran irigasi terlihat jelas air yang masih menggenang, tetapi para pekerja tidak menguras terlebih dahulu dan terus melanjutkan pekerjaan sehingga disinyalir akan berpengaruh pada kualitas bangunan.

 

Berdasarkan konfirmasi kepada salah satu anggota BPD Tunggulrejo beberapa waktu lalu, dikatakan jika pihaknya telah turun untuk cek lokasi dan menyuruh tukang mengisi rongga pasangan batu.

 

“Sudah saya cek ke lokasi, katanya tukang rongga untuk penguat nanti pas di aci pak. Dan yang tengah saya suruh ngisi campuran yang padat. Saya tegur biar Ndak jadi temuan BPK kedua kalinya,” tulis Rudy Sutisno melalui pesan WhatsApp.

 

Sementara itu, menurut salah satu pakar teknik, sebut saja namanya “Mas B” (bukan nama sebenarnya) mengatakan bahwa jenis proyek seperti itu seharusnya dilakukan pengurasan air terlebih dahulu agar kualitas bangunan bisa terjamin.

 

“Proyek-proyek yang berkaitan dengan air itu sudah selayaknya airnya dikuras dulu mas supaya kualitas bangunan bisa kuat,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (29/07/2025).

 

Lebih lanjut, saat menyinggung terkait pekerja yang tidak dilengkapi APD atau K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), ia menegaskan semua pekerja proyek itu wajib dilengkapi standard K3, jika tidak itu sudah melanggar aturan yang telah diterbitkan.

 

“Lho lha kalau pekerja tidak dilengkapi dengan K3 atau APD kalau terjadi kecelakaan kerja siapa yang bertanggung jawab. Sudah seharusnya pelaksana memberikan semua itu,” tegas Mas B.

 

Di sisi lain, diketahui bahwa sebelumnya satu item pekerjaan irigasi di Desa Tunggulrejo juga pernah mangkrak dan menjadi temuan inspektorat pada tahun 2024. Pertanyaan klasik ini kembali mencuat akankah semua itu terulang kembali?

 

[Red]

Berita Terkait

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan
Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi
Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual
Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo
Sebut PUPR Sangat Tanggap, Walkot LIRA Banda Aceh Apresiasi Kinerja Rulli Syahreza
khusyuk! Ziarah Kubro Warnai Peringatan Tahun Baru Islam di Sendangbaru
Negri Agung United Raih Juara Pertama, Camat Hepi Haryanto Apresiasi Semangat Tim

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:46

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:33

Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:04

Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:05

Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:41

Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo

Berita Terbaru