Proyek Peningkatan Jalan Banggai Laut Diduga Proyek Instan Abaikan Standar Teknis Jalan matanga Terancam Cepat Rusak

- Editor

Rabu, 26 November 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banggai Laut, Rilis Publik — Pekerjaan peningkatan ruas jalan matanga Kabupaten Banggai Laut (Balut) tengah menjadi sorotan tajam. Proyek yang seharusnya memberikan infrastruktur terbaik bagi masyarakat ini, diduga kuat dilaksanakan tanpa mengikuti prosedur teknis yang benar, berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi negara dan publik.

​Berdasarkan investigasi di lapangan, pekerjaan peningkatan jalan matanga disinyalir dilakukan dengan metode penimbunan dan pemadatan material baru secara langsung, tanpa melalui proses pengupasan (skrap) lapisan jalan lama terlebih dahulu.

​Menurut ahli teknik sipil, langkah ini adalah pelanggaran prosedur fundamental yang sangat krusial.
​”Pengupasan (skrap) adalah tahapan wajib. Tujuannya agar permukaan jalan baru bisa menempel sempurna dan mendapatkan kepadatan optimal.

Jika hanya ditimbun, ini adalah ‘proyek instan’ yang akan menghasilkan pemadatan tidak merata, berujung pada penurunan (settlement), dan jalan akan rusak parah dalam waktu singkat, bahkan berpotensi memicu kecelakaan,” tegas seorang ahli teknik yang enggan disebut nama

​Dampak dari pengabaian standar teknis ini tidak main-main. Lapisan dasar yang tidak rata dan tidak stabil akan:
​Mengancam Stabilitas: Pondasi jalan tidak memiliki daya dukung yang memadai untuk menahan beban lalu lintas.

​Memicu Retak dan Gelombang: Permukaan jalan baru rentan mengalami retak refleksi atau pembentukan gelombang yang membuat laju kendaraan tidak nyaman dan berbahaya.

​Mengganggu Drainase: Lapisan dasar yang tidak dipersiapkan dengan baik dapat merusak sistem drainase, menyebabkan genangan air yang mempercepat kerusakan struktur jalan secara keseluruhan.

Sony, selaku perwakilan pihak pelaksana sangat sulit di hubungi, malah merespon sesaat melalui komunikasi chat WhatsApp dengan kalimat berikut: “Pak beda exixting aspal lapen dan aspal HRS klu existingnya aspal HRS itu harus Torang River tapi itu aspal Lapen dan itu sudah di tes dari Org leb propinsi Palu.”

Hingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan resmi berikut dari pihak pelaksana proyek peningkatan ruas jalan Matanga – Pelingsolit. (Susanto Laode)

Berita Terkait

Ayo Jaga Lampung, Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan
DPP GANMN Apresiasi Polda Lampung Berhasil Ungkap Penyelundupan 15,7 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni
Satresnarkoba Polres Lahat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika
Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Dua Pelaku Ditetapkan Tersangka
wisata Air Terjun Bedegung Jadi Magnet Libur Lebaran, Pengunjung Mulai Ramai di H+2
STOP PERS | Hendra Adi Wijaya – Lampung Utara
Upacara Peringatan HUT Ke-45 PT Bukit Asam (Persero) Tbk Tahun 2026 Berlangsung Khidmat di Tanjung Enim
Pengajian Akbar IGTKI-PGRI Provinsi Lampung Digelar 4 Maret 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:39 WIB

Ayo Jaga Lampung, Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan

Minggu, 12 April 2026 - 22:35 WIB

DPP GANMN Apresiasi Polda Lampung Berhasil Ungkap Penyelundupan 15,7 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

Jumat, 10 April 2026 - 15:57 WIB

Satresnarkoba Polres Lahat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika

Kamis, 9 April 2026 - 17:56 WIB

Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Dua Pelaku Ditetapkan Tersangka

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:59 WIB

wisata Air Terjun Bedegung Jadi Magnet Libur Lebaran, Pengunjung Mulai Ramai di H+2

Berita Terbaru

Lampung Tengah

Warga Kumpulkan Dana hingga 100 Juta, Jalan Rusak Dibangun Swadaya

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:15 WIB

Bandarlampung

Pemkkot Bandarlampung Matangkan Persiapan Porprov 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:12 WIB