Proyek Peningkatan Jalan Banggai Laut Diduga Proyek Instan Abaikan Standar Teknis Jalan matanga Terancam Cepat Rusak

Rabu, 26 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banggai Laut, Rilis Publik — Pekerjaan peningkatan ruas jalan matanga Kabupaten Banggai Laut (Balut) tengah menjadi sorotan tajam. Proyek yang seharusnya memberikan infrastruktur terbaik bagi masyarakat ini, diduga kuat dilaksanakan tanpa mengikuti prosedur teknis yang benar, berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi negara dan publik.

​Berdasarkan investigasi di lapangan, pekerjaan peningkatan jalan matanga disinyalir dilakukan dengan metode penimbunan dan pemadatan material baru secara langsung, tanpa melalui proses pengupasan (skrap) lapisan jalan lama terlebih dahulu.

​Menurut ahli teknik sipil, langkah ini adalah pelanggaran prosedur fundamental yang sangat krusial.
​”Pengupasan (skrap) adalah tahapan wajib. Tujuannya agar permukaan jalan baru bisa menempel sempurna dan mendapatkan kepadatan optimal.

Jika hanya ditimbun, ini adalah ‘proyek instan’ yang akan menghasilkan pemadatan tidak merata, berujung pada penurunan (settlement), dan jalan akan rusak parah dalam waktu singkat, bahkan berpotensi memicu kecelakaan,” tegas seorang ahli teknik yang enggan disebut nama

​Dampak dari pengabaian standar teknis ini tidak main-main. Lapisan dasar yang tidak rata dan tidak stabil akan:
​Mengancam Stabilitas: Pondasi jalan tidak memiliki daya dukung yang memadai untuk menahan beban lalu lintas.

​Memicu Retak dan Gelombang: Permukaan jalan baru rentan mengalami retak refleksi atau pembentukan gelombang yang membuat laju kendaraan tidak nyaman dan berbahaya.

​Mengganggu Drainase: Lapisan dasar yang tidak dipersiapkan dengan baik dapat merusak sistem drainase, menyebabkan genangan air yang mempercepat kerusakan struktur jalan secara keseluruhan.

Sony, selaku perwakilan pihak pelaksana sangat sulit di hubungi, malah merespon sesaat melalui komunikasi chat WhatsApp dengan kalimat berikut: “Pak beda exixting aspal lapen dan aspal HRS klu existingnya aspal HRS itu harus Torang River tapi itu aspal Lapen dan itu sudah di tes dari Org leb propinsi Palu.”

Hingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan resmi berikut dari pihak pelaksana proyek peningkatan ruas jalan Matanga – Pelingsolit. (Susanto Laode)

Berita Terkait

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan
PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I
Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat
UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan
Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM
IMF Soroti Tower Mitratel di Tanjung Baru, Warga Minta Legalitas dan Keselamatan Diverifikasi
Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air
Tumbuhkan Semangat Belajar Anak, KKN-TK Kelompok 13 Unigoro Gelar Bimbingan Belajar di SDN Bobol V

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:46

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan

Selasa, 22 September 2026 - 20:10

PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I

Jumat, 18 September 2026 - 16:53

Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat

Selasa, 8 September 2026 - 09:46

UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan

Minggu, 6 September 2026 - 11:06

Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM

Berita Terbaru