Proyek Talud di Depan Pemda Pesawaran Disorot: Tanpa Papan Anggaran, Pekerja Mengaku Pakai “Insting”

Sabtu, 14 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN, Rilis Publik – Pembangunan talud yang tengah berlangsung di Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung—tepatnya di depan Kantor Pemda—ditemukan beberapa poin yang menjadi perhatian. Pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SOP), belum menggunakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang jelas, serta tidak terlihat pemasangan papan informasi pagu anggaran proyek, Jumat (13 Maret 2026).

Dari pantauan langsung di lokasi, pekerja sedang melakukan penggalian dan persiapan struktur talud dengan material batu alam yang disiapkan di sekitar lokasi. Namun, berdasarkan hasil observasi, tidak ditemukan indikasi bahwa pelaksanaan pekerjaan mengacu pada SOP yang telah ditetapkan, sehingga menjadi kekhawatiran terkait mutu dan keamanan konstruksi yang akan dihasilkan.

Selain itu, pihak yang bertanggung jawab belum dapat menunjukkan penggunaan RAB yang jelas untuk proyek ini, padahal dokumen tersebut penting untuk memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan transparan. Tak hanya itu, papan informasi pagu anggaran yang seharusnya dipasang di lokasi proyek guna memberikan akses informasi kepada masyarakat juga tidak terpasang, sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui besarnya anggaran yang digunakan dan rincian pekerjaan yang akan dilakukan.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian dari pihak terkait untuk dilakukan evaluasi dan tindakan korektif agar proyek dapat berjalan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku, serta menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Sejumlah awak media mempertanyakan pemilik proyek atau pemenang tender dari CV atau PT mana, namun pihak pekerja tidak bisa menunjukkan RAB. “Saya bekerja sesuai insting saja, Mas, karena saya tidak diberikan RAB tersebut,” ujar salah satu pekerja.

Dari pantauan awak media, pekerjaan tersebut menimbulkan kemacetan karena bahan materialnya menutup sebagian jalan. Pekerjaan pemasangan batu juga terkesan asal-asalan; hanya ditempelkan dan ditutup dengan tanah merah, bukan menggunakan adukan semen. (red)

Berita Terkait

Kasus Pengancaman Kades Ogan Jaya, Polres Lampung Utara Tetapkan Dua Tersangka
Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Satu Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Lampung Utara
Jelang Pilkakon Sukorejo, Kapolsek Pardasuka kunjungi Sekertariat Panitia pilkakon Sukorejo
Polres Lampung Utara Ikuti Sosialisasi Aplikasi Pendataan Bantuan Sosial, Bhabinkamtibmas Jadi Agen Pendataan
FOKAL IMM Lampung Utara Akan Dilantik, Rangkaian Acara Dirangkai Peluncuran Buku Kepemimpinan AMM
Pengurus SMI dan Ribuan Petani Singkong Apresiasi Kehadiran PT SBP di Lampung Utara
Sat Lantas Polres Lampung Utara Intensifkan Pengaturan dan Patroli Hunting di Sejumlah Ruas Jalan
Kapolres Lampung Utara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejari, Sabu hingga Senjata Api Rakitan Dimusnahkan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:19

Kasus Pengancaman Kades Ogan Jaya, Polres Lampung Utara Tetapkan Dua Tersangka

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:18

Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Satu Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Lampung Utara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:37

Jelang Pilkakon Sukorejo, Kapolsek Pardasuka kunjungi Sekertariat Panitia pilkakon Sukorejo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:54

Polres Lampung Utara Ikuti Sosialisasi Aplikasi Pendataan Bantuan Sosial, Bhabinkamtibmas Jadi Agen Pendataan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:57

FOKAL IMM Lampung Utara Akan Dilantik, Rangkaian Acara Dirangkai Peluncuran Buku Kepemimpinan AMM

Berita Terbaru