Proyek Talud di Depan Pemda Pesawaran Disorot: Tanpa Papan Anggaran, Pekerja Mengaku Pakai “Insting”

- Editor

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN, Rilis Publik – Pembangunan talud yang tengah berlangsung di Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung—tepatnya di depan Kantor Pemda—ditemukan beberapa poin yang menjadi perhatian. Pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SOP), belum menggunakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang jelas, serta tidak terlihat pemasangan papan informasi pagu anggaran proyek, Jumat (13 Maret 2026).

Dari pantauan langsung di lokasi, pekerja sedang melakukan penggalian dan persiapan struktur talud dengan material batu alam yang disiapkan di sekitar lokasi. Namun, berdasarkan hasil observasi, tidak ditemukan indikasi bahwa pelaksanaan pekerjaan mengacu pada SOP yang telah ditetapkan, sehingga menjadi kekhawatiran terkait mutu dan keamanan konstruksi yang akan dihasilkan.

Selain itu, pihak yang bertanggung jawab belum dapat menunjukkan penggunaan RAB yang jelas untuk proyek ini, padahal dokumen tersebut penting untuk memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan transparan. Tak hanya itu, papan informasi pagu anggaran yang seharusnya dipasang di lokasi proyek guna memberikan akses informasi kepada masyarakat juga tidak terpasang, sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui besarnya anggaran yang digunakan dan rincian pekerjaan yang akan dilakukan.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian dari pihak terkait untuk dilakukan evaluasi dan tindakan korektif agar proyek dapat berjalan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku, serta menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Sejumlah awak media mempertanyakan pemilik proyek atau pemenang tender dari CV atau PT mana, namun pihak pekerja tidak bisa menunjukkan RAB. “Saya bekerja sesuai insting saja, Mas, karena saya tidak diberikan RAB tersebut,” ujar salah satu pekerja.

Dari pantauan awak media, pekerjaan tersebut menimbulkan kemacetan karena bahan materialnya menutup sebagian jalan. Pekerjaan pemasangan batu juga terkesan asal-asalan; hanya ditempelkan dan ditutup dengan tanah merah, bukan menggunakan adukan semen. (red)

Berita Terkait

BPN Lampung Selatan Bungkam, Penerbitan Sertifikat Warga Natar Mandek
Gelar Konferensi Pers, Kapolres Lampura Ungkap Komplotan Curanmor Bersenpi Rakitan
Perkuat Integritas, Lapas Kelas IIA Kotabumi Deklarasikan Perang Lawan Halinar
Lampung Utara Mencekam! IRT Asal Ratu Abung Jadi Korban Begal Sadis, Tangan Dibacok dan Motor Raib
Ketua IMF Soroti Dugaan Alih Fungsi Tanah Register Kehutanan di Lampung Selatan, Dibangun Kampus hingga Minimarket
Bupati Lamsel Egi Resmikan Jalan Lubuk Dalam–Way Urang
SPPG Blambangan Lampura tak Benarkan Adanya Pungli, Nizami : Itu Perbuatan Kader
Polsek Abung Semuli Ungkap Kasus Curas, Pelaku Ditangkap di Lampung Tengah

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:35 WIB

BPN Lampung Selatan Bungkam, Penerbitan Sertifikat Warga Natar Mandek

Kamis, 23 April 2026 - 16:27 WIB

Gelar Konferensi Pers, Kapolres Lampura Ungkap Komplotan Curanmor Bersenpi Rakitan

Kamis, 23 April 2026 - 12:08 WIB

Perkuat Integritas, Lapas Kelas IIA Kotabumi Deklarasikan Perang Lawan Halinar

Rabu, 22 April 2026 - 20:38 WIB

Lampung Utara Mencekam! IRT Asal Ratu Abung Jadi Korban Begal Sadis, Tangan Dibacok dan Motor Raib

Rabu, 22 April 2026 - 19:34 WIB

Ketua IMF Soroti Dugaan Alih Fungsi Tanah Register Kehutanan di Lampung Selatan, Dibangun Kampus hingga Minimarket

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

BPN Lampung Selatan Bungkam, Penerbitan Sertifikat Warga Natar Mandek

Kamis, 23 Apr 2026 - 20:35 WIB