PTBA Perkuat Transisi Energi dan Pengurangan Emisi Karbon melalui Uji Coba Cofiring Tahap II

Senin, 15 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Enim, Rilis Publik -PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon melalui pelaksanaan Uji Coba Cofiring Tahap II di PLTU Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3×10 MW pada 9–10 Juni 2026.

 

Program ini merupakan bagian dari inisiatif dekarbonisasi Perseroan untuk mewujudkan operasional pembangkit yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

 

Pada uji coba tahap kedua ini, PTBA memanfaatkan biomassa berupa wood pellet Kaliandra Merah sebesar 2% dan biomassa campuran dari tanaman pulai, akasia, dan puspa sebesar 3%. Persentase tersebut meningkat dibandingkan Uji Coba Tahap I pada September 2025 yang menggunakan biomassa hasil land clearing masing-masing sebesar 1%.

 

Mine Development Department Head PTBA, Ferry Fadri Al Ilham, mengatakan bahwa uji coba ini dilakukan dengan parameter yang sama seperti tahap sebelumnya, namun dengan peningkatan jenis dan volume biomassa.

 

“Uji coba ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PTBA untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi pendamping batu bara. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi dalam pengembangan implementasi cofiring ke depan,” ujarnya.

 

Ferry menambahkan, pelaksanaan uji coba berjalan lancar tanpa memerlukan perubahan pada konstruksi maupun sistem utama pembangkit yang telah ada.

 

Direktur PT Bukit Energi Servis Terpadu (PT BEST), Zulkurniadi, menjelaskan bahwa implementasi co-firing tidak mengubah sistem operasional PLTU yang sudah berjalan.

 

Keandalan operasional tersebut didukung oleh penggunaan boiler tipe Circulating Fluidized Bed (CFB) yang dimiliki PLTU Banko Barat. Meskipun biomassa memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibandingkan batu bara, performa dan keandalan pembangkit tetap terjaga dengan baik.

 

Penyediaan biomassa Kaliandra Merah merupakan hasil kolaborasi PTBA dengan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVYK) yang telah mengembangkan Kebun Energi sejak Januari 2024, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan wood pellet.

 

Guru Besar Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Nurcholis, M.Si., menjelaskan bahwa Kaliandra Merah memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan biomassa berkualitas tinggi dengan nilai kalor di atas 4.300 kilokalori per kilogram, sehingga dapat mendukung proses pembakaran tanpa menurunkan kualitas energi yang dihasilkan.

 

Selain mendukung dekarbonisasi, PTBA juga menyiapkan keberlanjutan pasokan biomassa melalui pengembangan Kebun Energi. Kaliandra Merah dipilih karena merupakan tanaman cepat tumbuh (fast-growing), memiliki kandungan energi tinggi, serta mampu tumbuh kembali setelah dipanen tanpa perlu penanaman ulang.

 

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan bahwa kolaborasi antara industri, akademisi, dan perusahaan menjadi bagian penting dalam memperkuat transformasi PTBA menuju perusahaan energi yang berkelanjutan.

 

“Langkah ini merupakan bukti nyata komitmen Perseroan dalam mendukung ketahanan energi nasional, mengurangi emisi karbon, dan mempercepat transisi menuju masa depan energi yang lebih bersih,” tutup Eko.

 

Berita Terkait

Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih Panen Padi Bersama Yonif TP 894/PB
Karhutla Muba Jadi Perhatian Serius, Pangdam II Sriwijaya Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Pemda
Coaltrans Asia 2026 – PTBA Tekankan Pentingnya Kepastian Regulasi dan Keberlanjutan Pasokan Batu Bara
Tingkatkan Profesionalisme Penyidik, Polsek Rambang Ikuti Penyuluhan Hukum dari Sikum Polres Muara Enim
Sumatera Cup Prix 2026 Guncang Skyland Sekayu, Pembalap Asia Siap Adu Cepat di Muba
Kemunculan Diduga Beruang Resahkan Warga, Polsek Rambang Gelar Mitigasi Hari Kedua
Ukir Sejarah di Tingkat Internasional, PLTU Sumsel-8 Raih Zhan Tianyou Award 2026
Operasi Sikat Musi I Tahun 2026, Team Macan Putih Polsek Rambang Ungkap Kasus Curanmor dan Amankan Pelaku

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:40

Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih Panen Padi Bersama Yonif TP 894/PB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:39

Karhutla Muba Jadi Perhatian Serius, Pangdam II Sriwijaya Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Pemda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:23

Coaltrans Asia 2026 – PTBA Tekankan Pentingnya Kepastian Regulasi dan Keberlanjutan Pasokan Batu Bara

Rabu, 30 September 2026 - 20:07

Tingkatkan Profesionalisme Penyidik, Polsek Rambang Ikuti Penyuluhan Hukum dari Sikum Polres Muara Enim

Rabu, 30 September 2026 - 19:05

Sumatera Cup Prix 2026 Guncang Skyland Sekayu, Pembalap Asia Siap Adu Cepat di Muba

Berita Terbaru