TANJUNG ENIM, Rilis Publik – Tugu Kujur, monumen kebanggaan masyarakat Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, kini tengah menjadi sorotan. Monumen yang berdiri kokoh di tengah perlintasan Pasar Baru Tanjung Enim ini awalnya dibangun untuk menunjang visi Tanjung Enim sebagai Kota Wisata. Namun sayang, kondisi di lapangan saat ini justru terlihat kotor, kumuh, dan beralih fungsi menjadi arena bermain petasan yang membahayakan.
Gangguan Keamanan dan Kenyamanan
Berdasarkan pantauan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Sumatera Selatan dari RilisPublik.com pada Sabtu, 7 Maret 2026, suasana sesudah subuh di seputaran Tugu Kujur tampak dipenuhi anak-anak dan remaja yang asyik menyulut petasan, mercon, hingga kembang api.
Kondisi ini diperparah dengan keberadaan pedagang petasan yang menjajakan dagangannya secara bebas di pinggir jalan sekitar area tugu. Para pedagang tampak santai melayani pembeli yang mayoritas masih di bawah umur.
Bunyi ledakan yang memekakkan telinga kerap membuat kaget para pejalan kaki serta pengendara roda dua dan roda empat yang melintas. Feri, salah seorang pengendara motor, mengeluhkan hal tersebut.
“Kami sangat terkejut dan terganggu. Suara petasannya sangat bising, bahkan membuat jantung hampir copot saat kami melintas di persimpangan Tugu Kujur,” ujarnya.
Senada dengan Feri, Budi yang berniat menikmati suasana pagi di ikon wisata tersebut merasa kecewa. “Suara mercon itu sangat memekakkan telinga. Kenyamanan pengunjung yang ingin berwisata jadi hilang sama sekali,” keluh Budi.
Bahaya Kecelakaan Lalu Lintas
Selain kebisingan, aktivitas anak-anak yang saling kejar-kejaran hingga ke badan jalan sangat membahayakan keselamatan. Risiko kecelakaan tertabrak kendaraan sangat tinggi, mengingat area tersebut merupakan jalur aktif lalu lintas.
Harapan kepada Pihak Berwenang
Melihat kondisi ini, Kaperwil Sumatera Selatan RilisPublik.com berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang, khususnya Polsek Lawang Kidul. Diharapkan petugas dapat melakukan patroli rutin pasca-subuh di area Tugu Kujur untuk memberikan edukasi serta pengarahan kepada para remaja mengenai bahaya bermain petasan di fasilitas umum.
Selain itu, perlu adanya tindakan tegas terhadap penjual petasan yang bebas mengedarkan barang berbahaya tersebut kepada anak-anak.
Langkah penertiban ini sangat penting guna mewujudkan Tanjung Enim sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Selatan. Dengan lingkungan yang aman dan nyaman, objek wisata lain seperti Museum Batubara, Waterpark, Botanical Garden, hingga Brangkat Park akan semakin diminati oleh wisatawan domestik maupun nasional.









