BANDAR LAMPUNG, Rilis Publik – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama sekitar dua jam pada Jumat (6/3/2026), mulai pukul 14.10 hingga 16.17 WIB, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota. Bencana tersebut tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menelan korban jiwa. Tiga orang dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.
Dari ketiga korban tersebut, dua orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya hingga Jumat malam masih dalam proses pencarian oleh warga bersama aparat.
Korban pertama diketahui bernama Satria (10), yang ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di kawasan Terminal Rajabasa. Sementara itu, korban kedua merupakan seorang pria dewasa tanpa identitas yang ditemukan tersangkut di tepi sungai Gang Fatah, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Kedamaian, sekitar pukul 17.00 WIB. Adapun seorang bocah laki-laki berusia sekitar enam tahun hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian.
Kronologi Penemuan Korban
Menurut saksi mata, Zulkifli, penemuan jenazah pria tanpa identitas tersebut bermula saat dirinya hendak membersihkan sampah di belakang rumahnya. Saat itu, ia melihat kaki seseorang tersangkut di pipa paralon di aliran sungai. Ia kemudian memanggil dua warga lainnya, Mustofa dan Johari, untuk membantu mengevakuasi korban.
“Awalnya saya lihat seperti ada kaki tersangkut. Setelah diperiksa, ternyata mayat,” ujar Zulkifli.
Ketiga warga tersebut kemudian mengevakuasi jenazah dari sungai ke teras rumah warga sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungkarang Timur. Setelah menerima laporan, Tim Inafis Polresta Bandar Lampung langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah pria tersebut kemudian dibawa ke RSUD Abdul Moeloek guna proses identifikasi lebih lanjut.
Wali Kota Turun Langsung
Di tengah musibah banjir tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga terdampak. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung meninjau rumah warga yang terdampak banjir di kawasan Way Halim pada Jumat malam.
Dalam kunjungannya, Eva Dwiana memastikan bantuan langsung disalurkan kepada masyarakat. “Beras dan uang tunai kita berikan malam ini untuk warga yang terdampak,” kata Eva Dwiana.
Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 10 kilogram dan uang tunai sebesar Rp1 juta untuk setiap kepala keluarga yang terdampak. Selain penyaluran bantuan, Pemkot Bandar Lampung juga melakukan penanganan cepat terhadap rumah warga serta melakukan pendataan kerusakan di sejumlah titik.
Pemerintah kota menegaskan bahwa jajaran terkait di Bandar Lampung bergerak cepat malam ini untuk membantu warga dan menangani dampak banjir yang terjadi di beberapa wilayah. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa banjir masih menjadi ancaman serius di Kota Bandar Lampung, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman.









