Kiamat Digital: Dunia di Titik Nadir Konflik Trump-Iran

Rabu, 8 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEHERAN, Rilis Publik– Dunia kini berada di ambang kekacauan digital total. Di tengah detik-detik berakhirnya ultimatum Presiden Donald Trump yang mengancam akan membom seluruh pembangkit listrik di Iran, Teheran baru saja merilis ancaman balasan yang jauh lebih mengerikan: Sabotase total terhadap seluruh kabel internet bawah laut yang melintasi Teluk Persia, Laut Merah, hingga Laut Mediterania. Langkah nekat ini bukan sekadar gertakan militer biasa, melainkan ancaman langsung untuk “mematikan” peradaban modern, melumpuhkan bursa saham global, transaksi perbankan antarnegara, hingga layanan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi tulang punggung ekonomi abad ke-21.

Ancaman yang disampaikan oleh Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei, pejabat tinggi komunikasi kepresidenan Iran, menegaskan bahwa jika infrastruktur energi mereka disentuh, maka Iran tidak akan ragu memutus serat optik dasar laut yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika. Perlu diketahui, wilayah tersebut adalah “titik mati” paling kritis di dunia di mana lebih dari 30% lalu lintas data global mengalir. Jika kabel-kabel ini diputus, miliaran orang akan kehilangan akses internet, ribuan perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Amazon, dan Microsoft akan tumbang, dan sistem perbankan internasional bisa mengalami freeze total yang akan memicu depresi ekonomi global dalam hitungan jam.

Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa perbaikan kabel bawah laut di zona perang aktif adalah misi yang hampir mustahil. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyambung kembali nadi digital tersebut, sementara dunia akan terjerumus ke dalam “kegelapan informasi”. Saat ini, raksasa teknologi Meta dan penyedia layanan cloud dunia dilaporkan sedang panik melakukan pengalihan rute darurat (rerouting) melalui jalur darat dan satelit, namun kapasitasnya jauh dari cukup untuk menampung beban data dunia. Malam ini, saat jarum jam mendekati batas waktu ultimatum Trump, nasib konektivitas internet Anda—dan dompet digital dunia—sedang dipertaruhkan di dasar laut Timur Tengah.

Berita Terkait

Menko Pangan Zulkifli Hasan: Kopdes Bukan Sekadar Toko, tapi Infrastruktur Ekonomi Desa
Krisis Air Menggila, Warga Tagih Aksi Pemerintah
Dari Riau ke Papua Barat Daya, Brigjen Hengki Haryadi Naik Kelas Jadi Kapolda: Rekam Jejak “Penangkap Hercules” Jadi Sorotan
Bank Mandiri Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening Koordinator AMPB: Permintaan Aparat
Rekening Donasi Demo Rp80 Juta Diblokir Bank Mandiri, Netizen Serukan Boikot
Bendera Merah Putih Resmi Berkibar di Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka
Sekjen PWDPI Desak APH Segera Bongkar Dugaan Penjualan Obat Golongan G di Jabodetabek
Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:38

Menko Pangan Zulkifli Hasan: Kopdes Bukan Sekadar Toko, tapi Infrastruktur Ekonomi Desa

Kamis, 3 September 2026 - 13:59

Krisis Air Menggila, Warga Tagih Aksi Pemerintah

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:37

Dari Riau ke Papua Barat Daya, Brigjen Hengki Haryadi Naik Kelas Jadi Kapolda: Rekam Jejak “Penangkap Hercules” Jadi Sorotan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:27

Bank Mandiri Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening Koordinator AMPB: Permintaan Aparat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:22

Rekening Donasi Demo Rp80 Juta Diblokir Bank Mandiri, Netizen Serukan Boikot

Berita Terbaru