Kiamat Digital: Dunia di Titik Nadir Konflik Trump-Iran

- Editor

Rabu, 8 April 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEHERAN, Rilis Publik– Dunia kini berada di ambang kekacauan digital total. Di tengah detik-detik berakhirnya ultimatum Presiden Donald Trump yang mengancam akan membom seluruh pembangkit listrik di Iran, Teheran baru saja merilis ancaman balasan yang jauh lebih mengerikan: Sabotase total terhadap seluruh kabel internet bawah laut yang melintasi Teluk Persia, Laut Merah, hingga Laut Mediterania. Langkah nekat ini bukan sekadar gertakan militer biasa, melainkan ancaman langsung untuk “mematikan” peradaban modern, melumpuhkan bursa saham global, transaksi perbankan antarnegara, hingga layanan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi tulang punggung ekonomi abad ke-21.

Ancaman yang disampaikan oleh Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei, pejabat tinggi komunikasi kepresidenan Iran, menegaskan bahwa jika infrastruktur energi mereka disentuh, maka Iran tidak akan ragu memutus serat optik dasar laut yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika. Perlu diketahui, wilayah tersebut adalah “titik mati” paling kritis di dunia di mana lebih dari 30% lalu lintas data global mengalir. Jika kabel-kabel ini diputus, miliaran orang akan kehilangan akses internet, ribuan perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Amazon, dan Microsoft akan tumbang, dan sistem perbankan internasional bisa mengalami freeze total yang akan memicu depresi ekonomi global dalam hitungan jam.

Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa perbaikan kabel bawah laut di zona perang aktif adalah misi yang hampir mustahil. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyambung kembali nadi digital tersebut, sementara dunia akan terjerumus ke dalam “kegelapan informasi”. Saat ini, raksasa teknologi Meta dan penyedia layanan cloud dunia dilaporkan sedang panik melakukan pengalihan rute darurat (rerouting) melalui jalur darat dan satelit, namun kapasitasnya jauh dari cukup untuk menampung beban data dunia. Malam ini, saat jarum jam mendekati batas waktu ultimatum Trump, nasib konektivitas internet Anda—dan dompet digital dunia—sedang dipertaruhkan di dasar laut Timur Tengah.

Berita Terkait

Tangis Nadiem Makarim Pecah di Pelukan Istri dan Para Ojol Usai Dituntut 18 Tahun dan Denda 5.6 T
Kemendikdasmen: Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN Tahun 2027
LPG 3 Kg Tembus Rp55 Ribu: Menelusuri Jejak Mafia Gas di Singkut VII
Presiden Prabowo Kecam Pengusaha Serakah dan Pejabat Korup di Peringatan Hari Buruh 2026: “Bukan Negara Ini yang Saya Perjuangkan”
Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Jaya dan Makmur
Rupiah Anjlok Rp17.300 per Dolar, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia, Rupiah Nomor Berapa?
Tingkatkan Mutu MBG, BGN Setop Sementara 1.780 SPPG Belum Penuhi Standar Higiene

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:36 WIB

Tangis Nadiem Makarim Pecah di Pelukan Istri dan Para Ojol Usai Dituntut 18 Tahun dan Denda 5.6 T

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:14 WIB

Kemendikdasmen: Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN Tahun 2027

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:27 WIB

LPG 3 Kg Tembus Rp55 Ribu: Menelusuri Jejak Mafia Gas di Singkut VII

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:39 WIB

Presiden Prabowo Kecam Pengusaha Serakah dan Pejabat Korup di Peringatan Hari Buruh 2026: “Bukan Negara Ini yang Saya Perjuangkan”

Kamis, 30 April 2026 - 09:23 WIB

Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Jaya dan Makmur

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Kesbangpol Lampura dan DPP KWIP Bahas Sinergi Politik-Media di 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48 WIB

Daerah | Lampung

Pemkab Way Kanan Perkuat Kapasitas Fiskal

Senin, 25 Mei 2026 - 16:27 WIB

Daerah | Lampung

Pemkab Lamtim Dorong Perlindungan Warisan Sejarah

Senin, 25 Mei 2026 - 16:26 WIB