Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia, Rupiah Nomor Berapa?

Minggu, 26 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Rilis Publik – Gejolak geopolitik di Selat Hormuz dan beban utang global yang kian membengkak telah menghantam nilai tukar mata uang di seluruh dunia. Forbes Advisor baru saja merilis daftar terbaru mata uang terlemah di dunia per April 2026.

 

Laporan ini menjadi sorotan tajam di tengah upaya banyak negara, termasuk Indonesia yang sedang gencar melakukan dedolarisasi. Lantas di posisi mana mata uang negara-negara yang sedang berkonflik? Dan apakah Rupiah berhasil menjauh dari zona merah di tengah ketidakpastian ekonomi global?

 

Menurut analisis Forbes Advisor, lemahnya nilai tukar sebuah mata uang pada April 2026 ini dipicu oleh inflasi yang tak terkendali, ketidakstabilan politik, serta ketergantungan yang tinggi pada impor energi. Blokade di Selat Hormuz yang mencekik pasokan minyak dunia menjadi faktor pembeda yang memperparah kondisi mata uang negara-negara berkembang.

 

Berikut adalah urutan mata uang dengan nilai tukar terendah terhadap Dolar AS (USD). Disertai juga penjelasan penyebab pelemahan masing-masing mata uang lengkap dengan kurs terbaru (kisaran 23–24 April 2026).

 

Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia (April 2026)

1. Rial Iran (IRR)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±1.320.000 – 1.330.000 IRR

 

Rial Iran melemah ekstrem terutama akibat sanksi internasional yang membatasi ekspor minyak dan akses ke sistem keuangan global. Kondisi ini memicu inflasi sangat tinggi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang domestik. Selain itu, adanya perbedaan besar antara kurs resmi dan pasar gelap memperburuk distorsi nilai tukar.

 

Rial tetap menjadi yang terlemah di dunia. Penutupan Selat Hormuz dan blokade total pelabuhan oleh AS membuat ekonomi Iran terkunci, memaksa nilai Rial jatuh ke titik nadir.

 

2. Pound Lebanon (LBP)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±89.500 – 90.000 LBP

 

Pound Lebanon jatuh akibat krisis ekonomi yang sudah berlangsung sejak 2019, ditandai runtuhnya sistem perbankan, gagal bayar utang negara, serta cadangan devisa yang menipis. Instabilitas politik yang berkepanjangan juga mempercepat hilangnya kepercayaan investor dan masyarakat terhadap mata uang ini.

 

3. Dong Vietnam (VND)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±26.300 – 26.400 VND

 

Berbeda dari negara lain, nilai dong Vietnam yang rendah lebih dipengaruhi kebijakan pemerintah yang sengaja menjaga mata uang tetap lemah untuk mendukung daya saing ekspor. Intervensi bank sentral serta ketergantungan pada perdagangan global membuat nilai tukarnya stabil rendah, bukan karena krisis ekonomi.

 

4. Kip Laos (LAK)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±22.000 – 22.200 LAK

 

Kip Laos tertekan oleh utang luar negeri yang tinggi, terutama dari proyek infrastruktur, serta inflasi yang meningkat akibat depresiasi mata uang. Ketergantungan pada impor energi dan terbatasnya cadangan devisa membuat Laos sulit menahan pelemahan lebih lanjut.

 

5. Rupiah Indonesia (IDR)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±Rp17.150 – Rp17.190

 

Pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor global, seperti kenaikan suku bunga di Amerika Serikat yang mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain itu, sentimen pasar global dan ketergantungan pada investasi asing turut memberi tekanan, meski fundamental ekonomi domestik relatif stabil.

 

6. Som Uzbekistan (UZS)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±12.200 – 12.400 UZS

 

Som Uzbekistan melemah karena proses transisi ekonomi yang belum sepenuhnya matang sejak era pasca-Soviet. Inflasi yang masih relatif tinggi serta kebijakan liberalisasi mata uang yang bertahap turut memengaruhi stabilitas nilai tukarnya.

 

 

7. Franc Guinea (GNF)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±8.700 – 8.900 GNF

 

Franc Guinea tertekan oleh ketergantungan pada ekspor komoditas seperti bauksit dan emas, yang membuatnya sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global. Selain itu, kondisi politik yang tidak stabil dan lemahnya infrastruktur ekonomi memperparah pelemahan mata uang.

 

8. Franc Burundi (BIF)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±2.900 – 3.050 BIF

 

Franc Burundi melemah karena struktur ekonomi yang masih sangat terbatas dan bergantung pada sektor pertanian, khususnya kopi dan teh. Minimnya cadangan devisa serta keterisolasian ekonomi membuat negara ini sulit menjaga stabilitas nilai tukar.

 

9. Ariary Malagasy (MGA)

Nilai tukar: 1 USD ≈ 4.177,54 MGA

 

Diperkenalkan pada tahun 1961, ariary Malagasy adalah mata uang Madagascar yang secara resmi menggantikan franc pada tahun 2005. Satu ariary saat ini bernilai USD0,000239, sehingga satu dolar bernilai 4.177,54 ariary.

 

Madagascar adalah negara kepulauan yang terletak di lepas pantai tenggara Afrika. Pertanian, termasuk penanaman rafia, pertambangan, perikanan, dan kehutanan adalah elemen utama ekonomi negara ini. Ekspor utama termasuk vanila, nikel logam, dan cengkeh.

 

10. Guarani Paraguay (PYG)

Nilai tukar: 1 USD ≈ 6.485,51 PYG

 

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1952, guarani Paraguay saat ini bernilai USD0,000154 sehingga USD1 bernilai 6.485,51 guarani. Paraguay adalah negara tanpa pantai, berbatasan dengan Brasil, Argentina, dan Bolivia.

 

Negara ini merupakan produsen utama kedelai, pengganti gula stevia, daging sapi, dan jagung. Mata uang ini berada di bawah tekanan akibat inflasi tinggi, korupsi, dan mata uang palsu. (Snd)

Berita Terkait

Sekjen PWDPI Desak APH Segera Bongkar Dugaan Penjualan Obat Golongan G di Jabodetabek
Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Kalahkan Argentina
IMF Bereaksi Keras Soal Pernyataan Hotman Paris: Wartawan Bukan Profesi Kelas Dua, Pers Pilar Demokrasi
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat Bangun Tata Kelola Hukum Berkeadilan
KUHP 2023 & KUHAP 2025: Sinergi Baru Berantas Kejahatan Korporasi
Ketum Prabu Satu Nasional, Teungku Muhammad Raju, Desak Presiden RI Perjelas Skema Pengelolaan Blok Andaman untuk Aceh
Aktivitas Tambang Galian C di Patimpeng Diduga Ilegal, Aparat dan Pemda Diminta Jangan Tutup Mata

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:02

Sekjen PWDPI Desak APH Segera Bongkar Dugaan Penjualan Obat Golongan G di Jabodetabek

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41

Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Senin, 20 Juli 2026 - 07:06

Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Kalahkan Argentina

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:54

IMF Bereaksi Keras Soal Pernyataan Hotman Paris: Wartawan Bukan Profesi Kelas Dua, Pers Pilar Demokrasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:01

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat Bangun Tata Kelola Hukum Berkeadilan

Berita Terbaru

Provinsi Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Program Desaku Maju

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:21