LPG 3 Kg Tembus Rp55 Ribu: Menelusuri Jejak Mafia Gas di Singkut VII

- Editor

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarolangun, Rilis Publik – Praktik jual beli gas LPG 3 kg di wilayah Singkut 7, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, benar-benar telah melampaui batas kewajaran dan mencekik leher rakyat kecil. Bagaimana tidak, tabung melon yang seharusnya menjadi barang bersubsidi untuk masyarakat miskin justru dipermainkan harganya oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Fakta di lapangan menunjukkan harga yang sangat tidak masuk akal, di mana masyarakat dipaksa merogoh kocek hingga Rp35.000, bahkan saat kondisi langka, harganya meroket tajam menembus angka Rp55.000 per tabung, Kamis (7/05/2026).

Para agen dan pengecer nakal ini seolah menutup mata dan hati nurani demi meraup keuntungan pribadi yang berlipat ganda. Mereka memanfaatkan celah kelangkaan sebagai senjata untuk mendikte masyarakat bawah yang tidak punya pilihan selain membeli demi bisa memasak. Tindakan ini bukan lagi sekadar urusan dagang, melainkan praktik “premanisme” ekonomi yang dibiarkan tumbuh subur di wilayah Kabupaten Sarolangun, khususnya di Kecamatan Pelawan.

Kondisi ini memicu kemarahan besar di tengah warga yang merasa diperas oleh lingkungan mereka sendiri. Salah seorang warga Singkut 7 mengungkapkan kekecewaannya dengan nada getir, “Kami ini orang susah, cari uang Rp50 ribu saja seharian belum tentu dapat, tapi sekarang habis cuma buat beli gas satu tabung. Warung dan agen di sini seperti tidak punya perasaan, kalau gas susah didapat, harganya langsung dipatok semaunya sendiri sampai Rp55 ribu. Kami mau mengadu ke mana lagi kalau semua penjual kompak menaikkan harga segila ini?” keluh warga yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Sikap abai para pemilik pangkalan dan warung terhadap aturan pemerintah menunjukkan adanya indikasi permainan kotor yang terorganisir. Mereka diduga sengaja menahan stok atau mendistribusikannya kepada pihak yang berani membayar lebih tinggi, sehingga terjadi kelangkaan semu yang berujung pada lonjakan harga. Praktik seperti ini tidak boleh dibiarkan menjadi budaya; setiap warung atau agen yang terbukti menjual di atas batas kewajaran harus segera ditindak tegas dan izin usahanya dicabut tanpa kompromi.

Sudah saatnya para pelaku usaha di Singkut 7 berhenti mengeksploitasi kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai bisnis yang dijalankan justru menjadi kutukan bagi warga sekitar karena ketamakan yang tidak terkendali. Kami mendesak instansi terkait dan aparat penegak hukum untuk menyisir setiap sudut pasar dan warung di Pelawan, guna membersihkan praktik mafia gas yang telah merampas hak-hak rakyat kecil secara terang-terangan. (red)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Kecam Pengusaha Serakah dan Pejabat Korup di Peringatan Hari Buruh 2026: “Bukan Negara Ini yang Saya Perjuangkan”
Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Jaya dan Makmur
Rupiah Anjlok Rp17.300 per Dolar, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia, Rupiah Nomor Berapa?
Tingkatkan Mutu MBG, BGN Setop Sementara 1.780 SPPG Belum Penuhi Standar Higiene
DPR Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Ditanggung Pemerintah: MBG aja Mampu
Viral Napi Korupsi Diduga Nongkrong di Warung Kopi, Ketua IMF Desak Audit Ketat Rutan Punggolaka
Eks Dirut Inhutani V Dicky Yuana Divonis 4 Tahun Penjara, Terima Suap Rp2,5 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:27 WIB

LPG 3 Kg Tembus Rp55 Ribu: Menelusuri Jejak Mafia Gas di Singkut VII

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:39 WIB

Presiden Prabowo Kecam Pengusaha Serakah dan Pejabat Korup di Peringatan Hari Buruh 2026: “Bukan Negara Ini yang Saya Perjuangkan”

Kamis, 30 April 2026 - 09:23 WIB

Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Jaya dan Makmur

Minggu, 26 April 2026 - 16:02 WIB

Rupiah Anjlok Rp17.300 per Dolar, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Minggu, 26 April 2026 - 15:56 WIB

Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia, Rupiah Nomor Berapa?

Berita Terbaru

Sumsel

Tiga Insan PTBA Raih Satyalancana Wira Karya

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:19 WIB