Viral Napi Korupsi Diduga Nongkrong di Warung Kopi, Ketua IMF Desak Audit Ketat Rutan Punggolaka

Rabu, 15 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI, Rilis Publik – Publik kembali dibuat heboh oleh beredarnya video viral yang memperlihatkan seorang narapidana kasus korupsi, eks Kepala Syahbandar Kolaka, Supriadi, diduga terlihat santai berada di sebuah warung kopi di Kota Kendari pada siang hari.

Video berdurasi singkat itu menyebar luas di media sosial dan memantik gelombang pertanyaan masyarakat. Pasalnya, Supriadi diketahui masih berstatus sebagai terpidana dan tengah menjalani hukuman, namun justru terlihat berada di luar rumah tahanan.

Kemunculan tersebut memunculkan dugaan lemahnya sistem pengawasan lembaga pemasyarakatan, terlebih karena kasus yang menjerat Supriadi merupakan perkara korupsi yang selama ini mendapat perhatian serius publik.

Kejati Sultra: Supriadi Sudah Dieksekusi dan Masih Menjalani Hukuman
Menanggapi isu yang berkembang, pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) melalui Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Irwan Said menyatakan bahwa Supriadi telah dieksekusi dan menjalani masa tahanan di Rutan Punggolaka.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum Yusran, yang menegaskan bahwa Supriadi masih berstatus sebagai terpidana dan belum bebas.

Namun demikian, munculnya sosok yang diduga Supriadi di luar rutan tetap memicu polemik. Hingga berita ini diturunkan, pihak Rutan Punggolaka disebut belum memberikan klarifikasi resmi secara terbuka kepada masyarakat.

Ketua IMF: Jangan Sampai Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Sorotan keras datang dari Ketua Umum Integrity Media Forum (IMF), Indra Segalo Galo. Ia menilai kasus ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut marwah penegakan hukum dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Jika benar seorang napi korupsi bisa keluar dan nongkrong di warung kopi tanpa penjelasan yang jelas, maka publik wajar mempertanyakan sistem pengawasan. Ini harus dibuka seterang-terangnya,” tegas Indra Segalo Galo, dalam keterangannya.

Indra menyebut bahwa persoalan tersebut bukan hanya soal viral di media sosial, melainkan berpotensi menjadi indikator adanya kelonggaran perlakuan terhadap napi kasus korupsi.
“Korupsi itu kejahatan luar biasa. Tapi jika napi korupsi bisa bebas keluar tanpa transparansi, maka ini menimbulkan kesan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik semacam ini,” lanjutnya.

Indra meminta agar aparat terkait segera melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada pelanggaran prosedur maupun dugaan penyalahgunaan kewenangan.
“Harus diperiksa, apakah yang bersangkutan keluar dengan izin resmi, atau ada kelalaian bahkan permainan di internal. Jika ada pelanggaran, harus ditindak tegas. Jangan ada pembiaran,” ujarnya.

Ia juga mendorong adanya audit terbuka terhadap sistem pembinaan dan pengawasan narapidana, khususnya untuk kasus-kasus besar seperti korupsi.
Supriadi Divonis 5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Sebagai informasi, Supriadi sebelumnya divonis 5 tahun penjara serta dikenakan denda Rp200 juta dalam perkara pencucian uang yang berkaitan dengan izin muat ore nikel.

Kini publik menanti penjelasan resmi dari pihak Rutan Punggolaka terkait video yang beredar, serta langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan aturan dijalankan secara adil dan transparan.

Berita Terkait

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim
Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar
Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027
Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!
Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil
Lapas Probolinggo Jawa Timur ‘Angker’, Penghuni Selalu Mendapat ‘Bisikan Gaib’ Sebelum Razia  
Aktivis Soroti Danau Kongar Terancam Surut, PT SMS Diminta Utamakan Kelestarian Sumber Air
Dugaan Mengerikan: Lapas Probolinggo Diduga Jadi Markas Pengendali Narkoba Sabu!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:14

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim

Selasa, 15 September 2026 - 23:17

Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar

Senin, 14 September 2026 - 22:03

Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027

Senin, 14 September 2026 - 14:50

Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!

Minggu, 13 September 2026 - 16:13

Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil

Berita Terbaru