BOJONEGORO –RilisPublik | Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Bojonegoro sebagai momentum strategis untuk menegaskan kembali pentingnya rekonstruksi pendidikan nasional yang berorientasi pada pembangunan karakter, inovasi, dan daya saing global. Dalam pernyataan resminya pada Jumat (2/5/2026), Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai fondasi utama peradaban bangsa sekaligus instrumen strategis menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Ahmad Supriyanto, pendidikan tidak boleh dipersempit hanya sebagai proses transfer ilmu pengetahuan semata, melainkan harus menjadi medium pembentukan manusia Indonesia yang unggul secara intelektual, kokoh secara moral, serta mampu menjawab tantangan perubahan zaman. Ia menilai Hardiknas tahun ini menjadi refleksi kolektif bahwa kualitas pendidikan akan sangat menentukan arah masa depan bangsa di tengah kompetisi global yang semakin kompleks.
“Pendidikan adalah investasi peradaban. Kita membutuhkan sistem yang tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan pribadi berintegritas, berkarakter, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Hardiknas 2026 harus menjadi momentum kebangkitan untuk memperkuat pendidikan yang adaptif, progresif, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa,” ujar Ahmad Supriyanto.
Dalam kerangka mendukung visi Merdeka Belajar, Golkar Bojonegoro menekankan pentingnya pembangunan ekosistem pendidikan yang memerdekakan kreativitas, memperluas akses, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki kecakapan sosial dan daya kritis tinggi.
DPD Partai Golkar Bojonegoro juga menyoroti sejumlah agenda prioritas dalam pembangunan pendidikan daerah maupun nasional, di antaranya pemerataan akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, penguatan kurikulum berbasis inovasi dan teknologi, serta revitalisasi pendidikan karakter sebagai benteng menghadapi tantangan degradasi moral di era digital.
Bagi Golkar Bojonegoro, Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang strategis untuk menegaskan keberpihakan nyata terhadap masa depan generasi penerus. Komitmen tersebut tercermin melalui dorongan politik yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan berkelanjutan.
Menutup refleksinya, Ahmad Supriyanto mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan pendidikan sebagai gerakan bersama dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berkeadaban.
“Ruang kelas hari ini adalah penentu wajah Indonesia di masa depan. Ketika kita menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan visioner, sejatinya kita sedang menyiapkan tangga peradaban menuju bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat,” pungkasnya.









