Bojonegoro –Rilispublik | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro menegaskan langkah seriusnya dalam memperkuat struktur organisasi dan soliditas kader melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) serta Hubungan Pesantren, yang digelar di Aula DPD Partai Golkar Bojonegoro, Selasa (28/4/2026). Agenda ini menjadi momentum strategis pasca-Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI untuk memastikan seluruh elemen partai bergerak dalam satu garis perjuangan yang terorganisir, progresif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Lebih dari sekadar forum konsolidasi internal, Rakornis ini diposisikan sebagai pijakan politik kelembagaan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para Pimpinan Kecamatan (PK) terpilih di seluruh Bojonegoro. DPD Partai Golkar menilai penguatan struktur hingga tingkat akar rumput menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas organisasi, memperluas pengabdian sosial, serta membangun mesin politik yang adaptif terhadap dinamika masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro Ahmad Supriyanto, Ketua Fraksi Golkar Anis Musthafa, serta anggota DPRD Bojonegoro Anna Aisya Shahila dan Sigit Kushariyanto. Kehadiran para pimpinan partai dan legislatif ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara struktur organisasi dan representasi politik dalam merumuskan arah perjuangan Partai Golkar ke depan.
Dalam sambutannya, Ahmad Supriyanto menegaskan bahwa Rakornis bukan hanya agenda struktural, tetapi juga ruang strategis untuk mempertegas komitmen kader sebagai pelayan masyarakat yang mampu menghadirkan solusi nyata.
“Rakornis ini bukan sekadar membahas organisasi, tetapi bagaimana kita meneguhkan kembali Partai Golkar sebagai rumah besar pengabdian bagi rakyat. Pengurus kecamatan harus menjadi ujung tombak perjuangan yang aktif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui kerja nyata. Kita ingin Golkar Bojonegoro kuat dalam struktur, matang dalam kaderisasi, dan hadir sepenuh hati untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Ahmad Supriyanto.
Ia menambahkan, pasca-Muscam XI, seluruh kader harus menjaga soliditas dan mengedepankan semangat kolektif dalam satu visi besar pembangunan daerah. Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya diukur dari struktur yang kokoh, tetapi juga dari kemampuan kader membangun kepercayaan publik melalui konsistensi pengabdian.
Forum Rakornis juga membahas penguatan kaderisasi berkelanjutan, optimalisasi hubungan pesantren, serta pengembangan basis sosial-politik yang lebih inklusif. Hubungan pesantren dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pendekatan kultural partai sekaligus memperluas kontribusi di tengah masyarakat religius Bojonegoro.
Selain fokus pada agenda organisasi, DPD Partai Golkar Bojonegoro turut menyiapkan langkah strategis menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui program bakti sosial dan kegiatan kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi warga.
“Politik harus memberi manfaat nyata. Karena itu, menjelang Idul Adha, kader Golkar harus hadir melalui aksi sosial, bukan sekadar simbol politik. Golkar harus menjadi bagian dari solusi sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah,” imbuhnya.
Melalui Rakornis ini, Partai Golkar Bojonegoro berupaya membangun harmonisasi yang kuat antara DPD, Fraksi, dan PK sebagai fondasi utama dalam memperbesar kontribusi politik, sosial, dan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.
Dengan konsolidasi yang semakin matang, Partai Golkar Bojonegoro meneguhkan diri bukan hanya sebagai kekuatan politik elektoral, tetapi juga sebagai institusi pengabdian yang berkarakter, terstruktur, dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat secara berkelanjutan.
[Ahmad]









