Tulang Bawang Barat, Rilis Publik– Bupati Tulang Bawang Barat, Novriwan Jaya, membuka kegiatan Sinergitas Lintas Sektor Forum Konsultasi Publik dan Edukasi Kenali Izin Edar (KIE) Obat dan Makanan yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tulang Bawang di Ruang Rapat Bupati, Kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya pengawasan obat dan makanan sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk konsumsi masih perlu terus ditingkatkan.
“Pengawasan obat dan makanan ini sangat penting karena menyangkut kesehatan masyarakat secara langsung, termasuk kepastian informasi produk seperti legalitas dan label halal,” ujar Novriwan.
Kepala Balai POM Tulang Bawang, Rahmat Hidayat, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik, selain fungsi utama pengawasan obat dan makanan.
Ia menyebutkan, Balai POM tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari informasi obat dan makanan, pengujian produk, hingga pendampingan perizinan bagi pelaku usaha.
Rahmat menambahkan, pihaknya aktif melakukan pengawasan langsung di lapangan, seperti ke sekolah dan pasar, termasuk pada momen tertentu seperti Ramadan, dengan melibatkan perangkat daerah terkait.
Dalam upaya pemberdayaan pelaku usaha, Balai POM mencatat tiga UMKM di Tubaba telah berhasil memperoleh izin edar, sementara tiga lainnya masih dalam proses pendampingan. Bahkan, salah satu UMKM berhasil meraih prestasi tingkat nasional melalui inovasi pangan olahan berbasis jahe.
Selain itu, pendampingan juga diberikan kepada pelaku usaha di sektor olahan ikan, garam, dan produk beku. Rahmat menegaskan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas layanan dan efektivitas pengawasan.
Sementara itu, Bupati Novriwan Jaya mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih produk, tidak mudah tergiur harga murah, serta memperhatikan masa kedaluwarsa. Ia juga mendorong peserta kegiatan menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing agar edukasi yang diberikan dapat berdampak luas.
“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan peduli,” pungkasnya.









