KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Bangun Karakter Pelajar, Cegah Kekerasan dan Kenakalan Remaja

Minggu, 9 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro –Rilis publik | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 12 mendorong penguatan pendidikan karakter sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya preventif menghadapi potensi kekerasan dan kenakalan remaja.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi bertajuk “Mencegah Kekerasan dan Kenakalan Remaja melalui Pendidikan Karakter” yang ditujukan kepada siswa-siswi kelas VI MI Wasliatul Huda. Kegiatan berlangsung di Posyandu RT 02, Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 dengan pendekatan edukatif dan preventif.Mahasiswa memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya membangun karakter positif sebagai fondasi dalam membentuk perilaku, sikap sosial, serta kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Pendidikan Karakter sebagai Instrumen Pencegahan

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 menekankan bahwa pendidikan karakter tidak semata-mata berorientasi pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan moral, etika, tanggung jawab, empati, dan sikap saling menghormati.

Pemateri, Muhammad Syahrul Muhromi, menjelaskan bahwa penguatan karakter sejak usia sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik sekaligus membangun kemampuan mereka menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian. Melalui nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan saling menghormati, anak-anak diharapkan mampu terhindar dari perilaku kekerasan maupun kenakalan remaja,” ujar Syahrul.

Ia juga memperkenalkan sejumlah nilai karakter yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, integritas, serta sikap menghargai keberagaman.

Menurutnya, internalisasi nilai-nilai tersebut sejak dini dapat menjadi modal sosial bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan di masa mendatang.

Dikemas Interaktif agar Dekat dengan Dunia Anak

Kegiatan tidak dilakukan dalam bentuk ceramah satu arah. Para siswa dilibatkan melalui sesi tanya jawab dan diskusi ringan mengenai berbagai bentuk perilaku positif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung. Pendekatan interaktif tersebut diharapkan membuat materi pendidikan karakter lebih mudah dipahami dan relevan dengan pengalaman sehari-hari siswa.

Pujias­tuti selaku pihak yang menyediakan lokasi kegiatan turut mengapresiasi pelaksanaan edukasi tersebut. Ia menilai kegiatan mahasiswa KKN memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat bagi peserta didik.

“Terima kasih kepada kakak-kakak KKN UNIGORO yang telah menggelar kegiatan edukasi ini. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak dan menjadi bekal dalam membentuk karakter yang baik,” tuturnya.

Membangun Generasi Berkarakter melalui Pendekatan Preventif

Melalui kegiatan tersebut, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 berupaya menempatkan pendidikan karakter sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun lingkungan sosial yang lebih positif bagi anak dan remaja.

Penguatan karakter sejak dini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kebiasaan positif di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Mahasiswa KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 berharap para siswa mampu mengembangkan sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, toleran, dan menghargai sesama. Dengan demikian, pendidikan karakter dapat menjadi fondasi dalam mencegah perilaku kekerasan dan kenakalan remaja sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial.

Dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan preventif, kegiatan KKN-TK tersebut menunjukkan bahwa pembangunan karakter merupakan investasi sosial jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan bersama antara lembaga pendidikan, keluarga, mahasiswa, dan masyarakat.

[Ghozali]

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat
60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga
Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas
Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir
Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya
Dana Bantuan P3A Bone Rp38 Miliar Diduga Diambil Paksa, Kelompok Tani Hanya Diberi Rp1 Juta
64 Klub Siap Bertarung, ORADO Bojonegoro Matangkan Piala Panglima TNI 2026
Proyek P3-TGAI pao 1 dan Pao 2 di Desa Ajang Pulu Bone Diduga Bermasalah, Pekerjaan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 13:44

60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga

Senin, 28 September 2026 - 08:16

Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas

Sabtu, 26 September 2026 - 17:52

Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir

Jumat, 25 September 2026 - 07:19

Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya

Berita Terbaru