BOJONEGORO – RilisPublik | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Combat Sport cabang olahraga (cabor) Muaythai Kabupaten Bojonegoro. Tampil dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang diselenggarakan di Surabaya, tiga dari empat atlet yang dikirim berhasil menyumbangkan medali, dengan raihan dua medali emas dan satu medali perak.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet Muaythai di Bojonegoro terus menunjukkan perkembangan positif. Tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah, para atlet juga memperlihatkan kapasitasnya untuk tampil kompetitif dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Timur.
Adapun tiga atlet yang berhasil mengharumkan nama Bojonegoro yakni Sugianto pada kelas 60 kilogram yang sukses meraih medali emas, Sebastian Fairuz Al-Azkariz pada kelas 65 kilogram yang juga berhasil membawa pulang medali emas, serta Ketrina Putri pada kelas 43 kilogram yang meraih medali perak.
Capaian tersebut tidak terlepas dari persiapan dan proses pembinaan yang dilakukan sebelum pertandingan. Para atlet terlebih dahulu mengikuti program training camp selama dua bulan di Sangsaga Fight Camp sebagai bagian dari pemusatan latihan dan pematangan kemampuan sebelum turun ke arena kompetisi.
Sangsaga Fight Camp merupakan salah satu pusat latihan Combat Sport di Bojonegoro yang selama ini turut berkontribusi dalam pembinaan dan pengembangan atlet. Rekam jejak prestasinya terlihat dari sejumlah atlet binaan yang mampu bersaing dan menorehkan hasil positif dalam berbagai kompetisi, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi, seperti PORKAB, Kejurprov, POPDA, dan PORPROV.
Selain mencetak atlet berprestasi di jalur kompetisi resmi, Sangsaga Fight Camp juga turut melahirkan atlet profesional yang berkiprah dalam berbagai ajang pertandingan yang diselenggarakan pihak swasta.
Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) Muaythai Bojonegoro, Achmad Noor Huda, menyampaikan apresiasi atas capaian para atlet yang telah berjuang membawa nama daerah dalam ajang POPDA di Surabaya.
Menurutnya, keberhasilan meraih medali merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, konsistensi latihan, mental bertanding, serta sinergi antara atlet, pelatih, pengurus, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga.
“Prestasi ini patut kita syukuri dan apresiasi. Namun, bagi kami, keberhasilan seorang atlet tidak semata-mata diukur dari medali yang diraih, melainkan juga dari proses, kedisiplinan, karakter, dan sportivitas yang ditunjukkan selama menjalani latihan maupun pertandingan.Kemenangan harus disikapi dengan rendah hati, sementara kekalahan harus menjadi bahan evaluasi untuk tumbuh lebih baik,” demikian pesan yang dapat disampaikan Ketua Umum Pengkab Muaythai Bojonegoro.
Ia juga menekankan bahwa Muaythai bukan sekadar olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik dan kemampuan bertarung. Lebih dari itu, Muaythai mengajarkan pengendalian diri, penghormatan terhadap lawan, keberanian, tanggung jawab, serta kedisiplinan.
“Harapan kami, prestasi ini jangan menjadi titik akhir, tetapi justru menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Kami ingin Muaythai Bojonegoro tidak hanya mampu melahirkan atlet yang berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing di tingkat nasional. Pembinaan harus berkelanjutan, terukur, dan memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda potensial untuk berkembang,” tambahnya.
Raihan dua medali emas dan satu perak di POPDA Surabaya ini diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, serta mental bertanding. Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi pembinaan olahraga Muaythai di Bojonegoro agar semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi.
Lebih dari sekadar perolehan medali, keberhasilan ini menjadi gambaran bahwa prestasi olahraga lahir melalui proses panjang, latihan yang konsisten, pembinaan yang terarah, serta dukungan berbagai pihak.
Bojonegoro kembali membuktikan bahwa potensi atlet daerah mampu bersinar. Sebab, prestasi sejati bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium tertinggi, melainkan tentang proses, perjuangan, sportivitas, dan konsistensi untuk terus menjadi lebih baik.
(Red)











