Metro (Rilis Publik) –Warga Kota Metro digemparkan dengan tewasnya seorang PNS yang juga pedagang ayam geprek.Korban tewas ditembak pelaku akibat selisih hutang. Diketahui pelaku merupaka petugas penagihan koperasi.Aparat Kepolisian Resor Metro, Lampung, tengah melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penganiayaan berat dengan menggunakan senjata api yang terjadi di wilayah Metro Barat, Sabtu (23/5/2026) malam.
Dalam peristiwa tersebut, seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial D.C.A. (40) mengalami luka tembak di bagian kepala dan walau sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, namun nyawa korban tidak tertolong.Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.50 WIB di Jalan Khair Brass, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro.Berdasarkan laporan kepolisian Nomor LP/B/179/V/2026/SPKT/POLRES METRO/POLDA LAMPUNG, pelaku yang masih dalam penyelidikan diduga mendatangi korban untuk menagih cicilan pinjaman koperasi.
Namun, penagihan tersebut diduga berujung cekcok hingga terjadi perselisihan antara korban dan pelaku. Dalam kondisi memanas, pelaku diduga mengeluarkan senjata api jenis pistol dari pinggang depan lalu melepaskan dua kali tembakan ke arah kepala korban.
“Korban mengalami luka tembak di bagian kepala dan saat ini masih mendapatkan penanganan medis,” demikian keterangan dalam laporan kepolisian.Usai melakukan penembakan, pelaku berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Pelapor bersama seorang saksi sempat mencoba menghentikan pelaku hingga kendaraan yang digunakan terjatuh. Namun, pelaku kembali melepaskan dua kali tembakan ke arah atas sebelum akhirnya berhasil kabur dari lokasi kejadian.
Polisi yang menerima informasi melalui layanan darurat 110 langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan rumah sakit tempat korban dirawat. Petugas juga telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna mengungkap identitas pelaku.
Sementara itu, Kurang dari 24 jam setelah aksi penembakan yang menewaskan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang juga merupakan pemilik usaha kuliner Happy Chicken di Kota Metro, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke aparat kepolisian. Pria berinisial F (21), yang diduga sebagai pelaku penembakan terhadap Dedi Kristian Agung (40), mendatangi Mapolres Lampung Utara pada Minggu (24/5/2026).
F yang merupakan warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara, datang didampingi pihak keluarga, kepala desa setempat, serta Wakil Bupati Lampung Utara yang diduga masih kerabat pelaku, untuk menjalani proses hukum.
Penyerahan diri pelaku berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian. Sejumlah personel disiagakan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama proses berlangsung.Tim Tekab 308 Polres Metro bersama jajaran Polda Lampung juga turut melakukan pengamanan di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.Meski pelaku telah berada di tangan polisi, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri motif pasti di balik aksi penembakan yang menggemparkan warga Metro Barat itu.
Selain pemeriksaan intensif terhadap pelaku, aparat juga masih memburu dan mengamankan sejumlah barang bukti penting yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti yang sedang dikumpulkan meliputi senjata api yang digunakan saat penembakan, pakaian yang dikenakan pelaku ketika kejadian, hingga sepeda motor yang dipakai untuk melarikan diri.
Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti tambahan guna memperkuat proses penyidikan dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara utuh.Diketahui, peristiwa penembakan itu terjadi di kawasan Jembatan Item, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, pada Sabtu malam (23/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.Korban, Dedi Kristian Agung, yang diketahui merupakan seorang ASN yang juga merupakan pemilik usaha kuliner Happy Chicken, meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, insiden berdarah tersebut diduga dipicu persoalan utang piutang. Korban disebut menagih tunggakan pembayaran bank keliling kepada pelaku sebelum perselisihan berujung pada aksi penembakan maut.(red)











