Bandarlampung (Rilis Publik) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengupayakan pengembangan Program Kelas Migran Vokasi melalui pemanfaatan peluang kerjasama dengan Korea Selatan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di wilayahnya.
“Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar. Setiap tahun terdapat sekitar 120 ribu lulusan SMA sederajat, namun hanya sekitar 45 ribu orang yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sisanya masih banyak yang belum terserap di sektor formal,” ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperluas akses pendidikan serta peluang kerja internasional bagi generasi muda sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerahnya.
“Harapan kami bukan hanya Jepang, tetapi juga Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara lainnya. Kami akan menyiapkan skema bagi peserta yang berminat agar dapat memilih negara tujuan,” katanya.
Dia menjelaskan selain terus mengevaluasi pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi yang telah berjalan, pemerintah daerah juga tengah berupaya memanfaatkan peluang pengembangan kerja sama pendidikan dan vokasi ke Republik Korea bersama Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork.
“Republik Korea saat ini menghadapi tantangan penurunan jumlah penduduk usia produktif sehingga membutuhkan tenaga kerja terampil dan mahasiswa internasional. Sejalan dengan kebijakan Study Korea 300K, Pemerintah Korea Selatan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperoleh pengalaman bekerja secara legal selama masa studi sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap dia.
Melalui kerja sama tersebut, Provinsi Lampung berpeluang mempersiapkan lulusan SMA, SMK, MA sederajat untuk memperoleh pendidikan bertaraf internasional, meningkatkan kompetensi global, sekaligus membuka peluang karier profesional di Korea Selatan.
“Kami menyambut peluang kerja sama ini dengan tangan terbuka dan siap menjajakinya lebih lanjut, bukan hanya di bidang pendidikan tetapi juga sektor industri. Yang perlu kita siapkan adalah sumber daya manusianya,” tambahnya.
Menurut dia, melalui pengembangan Program Kelas Migran Vokasi, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global, perluasan akses pendidikan tinggi internasional, peningkatan kompetensi bahasa Korea dan keterampilan kerja, serta terbukanya peluang kerja di luar negeri yang legal, profesional, dan berkelanjutan.
Bagi peserta, program itu diharapkan memberikan kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Korea Selatan, bekerja secara legal selama masa studi, memperoleh sertifikasi kompetensi internasional, hingga membuka peluang memperoleh Visa Kerja Profesional (E-7) sesuai persyaratan yang berlaku.
“Pengembangan Program Kelas Migran Vokasi diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung,” ujar dia.










