Metro, Rilis Publik – Sekretaris Daerah Kota Metro, Dr. Ahmad Hariyanto, M.M., membuka Kegiatan Pelatihan Edukasi Gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kota Metro di OR Setda Kota Metro, Jumat (03/07/2026).
Dalam sambutannya, Ahmad Hariyanto menegaskan bahwa Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting merupakan landasan hukum nasional dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting yang dilakukan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan.
Ahmad Hariyanto juga menjelaskan bahwa regulasi tersebut mengatur strategi nasional percepatan penurunan stunting, penyelenggaraan program, koordinasi lintas sektor, pemantauan, evaluasi, pelaporan, hingga pendanaan dengan sasaran utama remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia 0–59 bulan guna mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Metro, diperlukan upaya yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga. Salah satu strategi yang dilaksanakan adalah melalui kegiatan Pelatihan Edukasi Gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB),” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Ahmad Hariyanto berharap kebutuhan gizi balita stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga berisiko stunting dapat terpenuhi. Selain itu, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan dalam menyiapkan pangan sehat dan bergizi berbasis sumber daya lokal, serta meningkatnya kesejahteraan keluarga melalui keterlibatan dalam kelompok usaha keluarga maupun masyarakat yang berkelanjutan.
“Dengan demikian, kita dapat mencegah kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah serta tidak ada lagi anak yang berada di bawah garis merah grafik tumbuh kembang pada Kartu Menuju Sehat (KMS),” pungkasnya.










