Bojonegoro –Rilispublik | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro). Fairus Nurul Firdaus, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, berhasil meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Sabuk Emas Piala Gubernur Jawa Tengah 2026. Kejuaraan yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya, Surakarta, pada 3–5 Juli 2026 itu mempertemukan petinju-petinju terbaik dari berbagai daerah, baik kategori amatir maupun profesional. Fairus sukses menjadi runner-up kelas under 57 kilogram kategori amatir, sekaligus mengharumkan nama Unigoro di tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut diraih setelah Fairus menjalani persiapan intensif selama lebih dari satu bulan melalui program Training Center (TC) di Kanor Fighting Academy. Meski selama ini dikenal sebagai atlet berprestasi di cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA), Fairus memutuskan kembali ke ring tinju, olahraga yang pertama kali memperkenalkannya pada dunia combat sport.Berbekal latihan disiplin dan pengalaman bertanding, ia mampu menembus babak final sebelum akhirnya harus puas membawa pulang medali perak.
Kepada awak media, Fairus mengungkapkan bahwa kejuaraan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus ajang pembuktian kemampuannya di cabang tinju.
“Awal ikut combat sport memang dari tinju. Lalu ketika ada kejuaraan tinju lagi, saya tertarik ikut. Sistem pertandingannya juga hampir sama dengan MMA, yaitu tiga ronde masing-masing tiga menit,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Fairus, seluruh pertandingan di babak penyisihan dapat dilalui dengan baik hingga mengantarkannya ke partai puncak. Namun, saat menghadapi laga final, kondisi fisik mulai menurun akibat kelelahan sehingga membuatnya kesulitan mengimbangi permainan lawan.
Pada ronde kedua, wasit akhirnya menghentikan pertandingan setelah Fairus dinyatakan kalah melalui Technical Knockout (TKO). Meski gagal meraih medali emas, capaian tersebut tetap menjadi prestasi yang patut dibanggakan karena mampu bersaing di level nasional.
Bagi Fairus, medali perak bukanlah akhir perjalanan. Ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menatap jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
“Target saya ke depan ingin bertanding di kategori profesional. Tetapi sekarang saya masih ingin menuntaskan kejuaraan-kejuaraan amatir terlebih dahulu. Di kategori amatir ada batas usia, dan di Jawa Timur usia 23 tahun sudah tidak bisa lagi mengikuti kejuaraan resmi kategori amatir,” pungkasnya.
Prestasi Fairus menjadi bukti bahwa mahasiswa Unigoro tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu mengharumkan nama kampus melalui kompetisi olahraga tingkat nasional. Dukungan terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa diharapkan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing hingga level profesional.
[Red]










