Bandar Lampung, Rilis Publik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandar Lampung memastikan seluruh calon peserta didik yang belum lolos dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tetap akan difasilitasi untuk bersekolah di sekolah negeri. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Bandar Lampung agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, mengatakan hasil SPMB diumumkan secara daring pada Senin (6/7/2026) pukul 17.00 WIB. Setelah pengumuman, tahapan langsung dilanjutkan dengan proses daftar ulang yang hanya berlangsung selama satu hari guna menyesuaikan jadwal pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah dan tahapan pendidikan berikutnya.
“Besok daftar ulangnya cuma sehari, karena kita mengejar jadwal pelaksanaan orientasi dan tahapan seterusnya,” kata Ramdhan.
Ia menjelaskan, calon siswa yang belum diterima dalam SPMB diminta melapor ke Dinas Pendidikan setelah proses daftar ulang reguler selesai. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi dinas untuk memetakan sekolah negeri yang masih memiliki sisa kuota penerimaan.
Menurut Ramdhan, penempatan siswa dilakukan berdasarkan ketersediaan daya tampung di masing-masing sekolah. Karena itu, orang tua maupun calon peserta didik tidak dapat menentukan sendiri sekolah tujuan.
“Sesuai instruksi Wali Kota, jika ada warga yang tidak diterima, silakan melapor ke dinas. Nanti akan kami fasilitasi agar bisa diterima di sekolah negeri, tetapi tidak bisa memilih sekolah karena akan disesuaikan dengan kuota yang masih tersedia,” ujarnya.
Ramdhan menegaskan, proses penempatan tersebut tidak lagi menggunakan mekanisme jalur SPMB seperti domisili, afirmasi, prestasi, maupun mutasi. Hal itu karena seluruh tahapan seleksi SPMB telah selesai dilaksanakan.
“Kita tidak memakai jalur lagi karena proses SPMB sudah selesai. Nanti tinggal dilakukan penempatan secara manual,” jelasnya.
Ia menambahkan, penempatan manual baru dapat dilakukan setelah Dinas Pendidikan memperoleh data akhir hasil daftar ulang dari seluruh sekolah. Dari data tersebut akan diketahui sekolah mana yang masih memiliki kuota kosong untuk kemudian diisi oleh calon siswa yang belum mendapatkan sekolah.
“Setelah daftar ulang selesai, baru kita mengetahui sekolah mana yang kuotanya masih tersedia. Setelah data itu lengkap, siswa akan kami tempatkan di sekolah-sekolah yang masih memiliki daya tampung,” pungkasnya.(kesya)










