Anggota DPRD Sumsel “Semprot” Pemprov: Muba Penyumbang Migas Terbesar, Tapi Jalannya Masih Warisan Zaman Belanda

Rabu, 15 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, Rilis Publik – Sidang paripurna DPRD Sumatera Selatan mendadak memanas ketika Anggota DPRD Sumsel dari Fraksi NasDem, Abu Sari, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Di hadapan Wakil Gubernur Sumsel, Abu Sari menilai pemerintah provinsi terlalu lama membiarkan jalan-jalan strategis yang menghubungkan antar kabupaten tetap berstatus jalan kabupaten, sehingga perbaikannya tak kunjung maksimal. “Masa jalan yang menghubungkan dua kabupaten masih menjadi jalan kabupaten? Seharusnya itu sudah menjadi jalan provinsi,” tegas Abu Sari dalam rapat paripurna.

Ia mendesak Pemprov segera mengambil alih sedikitnya tiga ruas jalan strategis yang menghubungkan Musi Banyuasin dengan Musi Rawas Utara dan Banyuasin agar dapat ditangani menggunakan anggaran provinsi.

Sindir Janji yang Tak Kunjung Direalisasikan

Abu Sari mengingatkan bahwa Gubernur Sumsel sebelumnya pernah menjanjikan akan menurunkan tim untuk mengkaji pengambilalihan ruas jalan tersebut. Namun hingga kini, menurutnya, janji itu belum juga terealisasi.”Sudah dijanjikan sejak tahun lalu. Sampai hari ini belum ada realisasi,” ujarnya.”Jalan Ini Sudah Ada Sejak Zaman Belanda”

Dalam penyampaiannya, Abu Sari menggambarkan buruknya kondisi jalan dengan kalimat yang langsung menyita perhatian ruang sidang. “Jalan itu adanya sejak zaman Belanda. Sampai sekarang kondisinya masih sangat rusak.”

Pernyataan tersebut menjadi simbol kritik bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah Muba dinilai berjalan sangat lambat.

Sekayu–PALI Jadi Sorotan

Ruas Jalan Provinsi Sekayu–PALI sepanjang sekitar 39 kilometer menjadi sasaran kritik paling keras.Menurut Abu Sari, jalan tersebut dipenuhi lubang, sempit, dan tidak memiliki drainase yang memadai sehingga cepat rusak akibat aktivitas kendaraan pengangkut hasil perkebunan.Ia bahkan menyebut masyarakat kerap mengeluhkan kondisi jalan tersebut kepada dirinya. “Lubangnya lebih dari seratus. Jalannya sempit, tidak ada parit. Setiap hari dilalui kendaraan pengangkut hasil kebun sehingga cepat hancur.”

Naik Mobil, Jangan Naik Helikopter”

Dalam salah satu bagian pidatonya, Abu Sari melontarkan sindiran yang memancing perhatian peserta sidang.”Suruh Pak Gubernur naik mobil, jangan naik helikopter. Kalau naik helikopter memang tidak tahu kalau jalannya rusak.”Kalimat tersebut disampaikan sebagai kritik agar pemerintah melihat langsung kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat.

Muba Penyumbang Besar, Tapi Merasa Dianaktirikan

Abu Sari juga mempertanyakan perhatian pemerintah provinsi terhadap Musi Banyuasin.Menurutnya, Muba merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan daerah melalui sektor minyak dan gas (migas), namun pembangunan infrastrukturnya belum sebanding. “Muba menyumbang besar bagi APBD Sumsel dari sektor migas. Tapi kami merasa terus menjadi anak tiri.”Ia juga menyinggung bahwa saat ini kepala daerah maupun gubernur berasal dari partai politik yang sama, sehingga menurutnya tidak ada lagi alasan pembangunan Muba tertunda.

Desak Anggaran Rp100 Miliar

Abu Sari menilai alokasi anggaran perbaikan jalan yang hanya beberapa miliar rupiah tidak akan menyelesaikan persoalan. Menurutnya, dibutuhkan keberanian politik untuk mengalokasikan anggaran yang jauh lebih besar. “Kalau cuma Rp5 miliar, paling yang diperbaiki setengah kilometer. Berani tidak anggarkan Rp100 miliar?”

Ultimatum untuk Pemprov

Menutup penyampaiannya, Abu Sari memberi ultimatum kepada Pemerintah Provinsi Sumsel.Ia menegaskan akan terus menyuarakan persoalan jalan rusak Muba dalam setiap kesempatan apabila tidak ada tindakan nyata. “Kalau tahun depan belum diperbaiki, saya akan teriak lagi di sini.”Pernyataan tersebut menjadi penutup kritik keras yang sekaligus mencerminkan besarnya tuntutan masyarakat Musi Banyuasin terhadap percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Sumatera Selatan.”(rapel/Red).

Berita Terkait

Patroli Gabungan Cegah Karhutla, Pamatwil Polres Muara Enim dan Polsek Rambang Cek 13 Desa serta Wilayah Perkebunan
Meriahkan HUT RI ke-81, Wakapolres Lampung Utara Hadiri Colour Fun Genzi Aprozi Alam
Kapolsek Rambang Pimpin Ground Check & Pemadaman Hotspot di Desa Air Keruh, 0,5 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan
KRYD Malam Libur Polsek Rambang, Sasar 3C, Narkoba & Sajam, Hasil Nihil Wilayah Aman dan Kondusif 
Bhabinkamtibmas Polsek Rambang Gencarkan Imbauan Cegah Karhutla di Desa Sugihan
Bhabinkamtibmas Polsek Rambang Hadiri Malam Puncak HUT RI ke-81 di Desa Kencana Mulia, Suasana Aman & Kondusif
Polsek Rambang Polres Muara Enim Bagikan Masker ke Tiga Sekolah, Cegah Dampak Asap Karhutla
RDP DPRD Muba Jangan Jadi Formalitas! Sumur 160 Disorot, Camat Jirak Jaya Dipertanyakan

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:55

Patroli Gabungan Cegah Karhutla, Pamatwil Polres Muara Enim dan Polsek Rambang Cek 13 Desa serta Wilayah Perkebunan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:27

Meriahkan HUT RI ke-81, Wakapolres Lampung Utara Hadiri Colour Fun Genzi Aprozi Alam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:35

Kapolsek Rambang Pimpin Ground Check & Pemadaman Hotspot di Desa Air Keruh, 0,5 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:16

KRYD Malam Libur Polsek Rambang, Sasar 3C, Narkoba & Sajam, Hasil Nihil Wilayah Aman dan Kondusif 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:09

Bhabinkamtibmas Polsek Rambang Gencarkan Imbauan Cegah Karhutla di Desa Sugihan

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

RSUD Ryacudu Kotabumi Terbakar, Api Berkobar Membumbung Tinggi 

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:20