BOJONEGORO –Rilispublik | Dinamika pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun 2026 Kelompok 21 di Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya tercermin dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga pada terbangunnya hubungan akademik yang humanis antara mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan (DPL). Di luar aktivitas formal kampus, suasana kebersamaan terlihat hangat ketika mahasiswa dan dosen berinteraksi secara akrab dalam suasana yang tetap menjunjung tinggi etika akademik dan profesionalisme.
Momen tersebut tampak usai rangkaian kegiatan KKN, saat Yusuf Daut selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) berfoto bersama para mahasiswi Kelompok 21. Dengan karakter kepemimpinan yang tenang dan karismatik, Yusuf Daut mampu menciptakan suasana yang cair tanpa menghilangkan esensi hubungan akademik. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa proses pendidikan tinggi tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui interaksi yang membangun rasa saling menghormati, komunikasi yang terbuka, serta budaya akademik yang inklusif selama kegiatan pengabdian masyarakat.
Mahasiswi Program Studi Hukum Universitas Bojonegoro, Sekar Ayu, menilai bahwa hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan dosen merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang berkualitas.
“Dalam perspektif akademik, dosen bukan hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor yang membimbing mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, etika, dan profesionalisme. Kegiatan KKN memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara lebih dekat dengan dosen dalam konteks pembelajaran lapangan, tanpa mengurangi rasa hormat maupun batas-batas profesional yang menjadi bagian dari budaya akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai mahasiswa hukum, hubungan tersebut juga harus dipahami dalam koridor etika profesi dan nilai-nilai akademik.
“Prinsip equality in learning atau kesetaraan dalam proses belajar tidak berarti menghilangkan penghormatan kepada dosen. Justru melalui komunikasi yang terbuka, diskusi yang konstruktif, dan keteladanan yang diberikan dosen, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Hubungan yang humanis merupakan bagian dari pendidikan karakter yang penting dalam membentuk calon sarjana hukum yang berintegritas, objektif, dan memiliki sensitivitas sosial,” jelas Sekar Ayu.
Selama rangkaian kegiatan KKN di Desa Kalirejo, interaksi antara mahasiswa dan dosen tidak hanya berfokus pada penyelesaian program kerja, tetapi juga menjadi media transfer pengalaman, penguatan nilai-nilai kepemimpinan, serta pembentukan budaya kerja kolaboratif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui suasana kebersamaan yang terbangun selama KKN, Universitas Bojonegoro kembali menunjukkan bahwa proses pendidikan tinggi merupakan perpaduan antara penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan relasi akademik yang sehat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang siap mengabdi kepada masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan integritas akademik.
[Ghozali]










