Ketum Prabu Satu Nasional, Teungku Muhammad Raju, Desak Presiden RI Perjelas Skema Pengelolaan Blok Andaman untuk Aceh

Rabu, 15 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Rilis Publik– Ketua Umum organisasi Prabu Satu Nasional, Teungku Muhammad Raju, secara tegas mendesak Pemerintah Pusat untuk segera memberikan kepastian dan kejelasan mengenai posisi serta peran Provinsi Aceh dalam pengelolaan potensi migas di Blok Andaman.

Dalam pernyataannya, sosok yang akrab disapa Ketum ini menekankan bahwa Pemerintah Pusat tidak boleh mengabaikan aspirasi Aceh dalam pemanfaatan sumber daya alam yang berada di wilayah perairannya.

Menurutnya, kejelasan regulasi sangat krusial agar masyarakat Aceh tidak sekadar menjadi penonton di atas kekayaan tanah kelahirannya sendiri.

“Kami meminta kepada Presiden untuk meninjau kembali dan memperjelas posisi Aceh dalam pengelolaan Blok Andaman. Aceh memiliki hak dan otonomi khusus yang harus dihormati. Jangan sampai potensi besar ini hanya dikelola oleh pusat tanpa memberikan dampak ekonomi, partisipasi, dan kesejahteraan yang signifikan bagi rakyat Aceh,” ujar Teungku Muhammad Raju.

Lebih lanjut, Ketum menegaskan bahwa keterlibatan aktif Pemerintah Aceh dalam pengelolaan Blok Andaman bukan hanya soal bagi hasil, tetapi juga mengenai penguatan kedaulatan ekonomi daerah. Ia menilai bahwa ketimpangan pengelolaan di masa lalu harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali di masa depan.

“Aceh tidak boleh hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri. Kami menginginkan adanya skema yang adil, transparan, dan memberikan kewenangan nyata bagi Pemerintah Aceh untuk turut mengelola Blok Andaman.

Ini adalah langkah strategis untuk mempercepat pembangunan dan kemandirian ekonomi Aceh dalam jangka panjang,” tambahnya.

Sebagai pimpinan organisasi Prabu Satu Nasional, Teungku Muhammad Raju berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga Pemerintah Pusat memberikan respons yang konkret. Ia berharap Presiden RI dapat mendengar suara ini sebagai bentuk ikhtiar menjaga keadilan bagi seluruh rakyat Aceh, sesuai dengan semangat otonomi khusus yang telah dianugerahkan negara. (Rpl)

Berita Terkait

Bank Mandiri Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening Koordinator AMPB: Permintaan Aparat
Rekening Donasi Demo Rp80 Juta Diblokir Bank Mandiri, Netizen Serukan Boikot
Bendera Merah Putih Resmi Berkibar di Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka
Sekjen PWDPI Desak APH Segera Bongkar Dugaan Penjualan Obat Golongan G di Jabodetabek
Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Kalahkan Argentina
IMF Bereaksi Keras Soal Pernyataan Hotman Paris: Wartawan Bukan Profesi Kelas Dua, Pers Pilar Demokrasi
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat Bangun Tata Kelola Hukum Berkeadilan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:27

Bank Mandiri Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening Koordinator AMPB: Permintaan Aparat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:22

Rekening Donasi Demo Rp80 Juta Diblokir Bank Mandiri, Netizen Serukan Boikot

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:02

Bendera Merah Putih Resmi Berkibar di Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:02

Sekjen PWDPI Desak APH Segera Bongkar Dugaan Penjualan Obat Golongan G di Jabodetabek

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41

Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

RSUD Ryacudu Kotabumi Terbakar, Api Berkobar Membumbung Tinggi 

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:20