Bojonegoro –Rilis Publik | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) 03 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro menggelar pelatihan pembuatan silase berbahan limbah tebon jagung di Balai Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem. Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi bagi masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pakan ternak alternatif yang berkualitas, sekaligus mendukung ketahanan pakan pada musim kemarau.
Pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja KKN-TK 03 UNIGORO yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem melalui Optimalisasi Potensi Pertanian dan Kehutanan secara Berkelanjutan.” Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan potensi desa.
Desa Pejok dikenal sebagai salah satu sentra pertanian jagung di Kecamatan Kedungadem. Melimpahnya hasil panen setiap musim menghasilkan limbah tebon jagung dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN-TK 03 UNIGORO menghadirkan pelatihan pembuatan silase agar limbah pertanian memiliki nilai tambah sekaligus menjadi solusi penyediaan pakan ternak.
Kegiatan menghadirkan Priyus Eka Manunggal Putra, Pengawas Mutu Pakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, sebagai narasumber. Ia menjelaskan konsep silase, manfaatnya bagi peternakan, hingga teknik pengolahan tebon jagung menjadi pakan ternak melalui proses fermentasi.
Pelatihan dihadiri oleh Andi Aziz, Camat Kepohbaru yang mewakili Camat Kedungadem, Carik Desa Pejok, peternak, serta masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Andi Aziz mengapresiasi sinergi antara mahasiswa KKN-TK 03 UNIGORO dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro dalam memberikan edukasi yang dinilai relevan dengan kondisi Desa Pejok.
“Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah tebon jagung menjadi silase sebagai pakan ternak alternatif. Inovasi ini akan sangat membantu peternak, terutama saat musim kemarau ketika ketersediaan hijauan mulai berkurang. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan seluruh program KKN-TK 03 UNIGORO memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Priyus Eka Manunggal Putra menjelaskan bahwa silase merupakan teknologi pengawetan hijauan yang mampu menjaga kualitas pakan dalam waktu lama sehingga menjadi solusi penyediaan cadangan pakan ternak.
“Pemanfaatan tebon jagung menjadi silase tidak hanya mengurangi limbah pertanian, tetapi juga mampu menekan biaya pakan dan meningkatkan produktivitas peternakan masyarakat,” jelasnya.
Usai penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan silase, mulai dari pencacahan hijauan, pencampuran bahan, pemberian aditif, hingga proses fermentasi sesuai standar. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap tahapan praktik dan banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber.
Melalui pelatihan ini, KKN-TK 03 UNIGORO berharap masyarakat Desa Pejok mampu mengembangkan pemanfaatan limbah tebon jagung menjadi silase secara mandiri. Selain membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak pada musim kemarau, inovasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan, mengurangi limbah pertanian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
[Ghozali]











