LAMPUNG SELATAN, Rilis Publik— Persoalan antara masyarakat Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, dengan pihak PT Mitratel terkait keberadaan tower telekomunikasi akhirnya menemui titik terang.
Pertemuan antara masyarakat, pemerintah kecamatan, kepolisian, dan pihak PT Mitratel digelar di Desa Tanjung Baru, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan berlangsung kondusif dan menghasilkan sejumlah kesepahaman antara masyarakat dan pihak perusahaan.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung Camat Merbau Mataram Ricky Randa Belpama, perwakilan PT Mitratel, Amin, Kepala Desa Tanjung Baru (Helmi) beserta aparatur desa, serta masyarakat.
Dari unsur kepolisian turut hadir selaku perwakilan Kapolsek Merbau Mataram, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Baru, serta dua anggota Polsek Merbau Mataram.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi dan persoalan yang selama ini menjadi perhatian terkait keberadaan tower telekomunikasi di wilayah Desa Tanjung Baru.
Pihak PT Mitratel melalui Amin kemudian memberikan penjelasan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai keberadaan dan pengelolaan infrastruktur telekomunikasi tersebut.
Dialog berlangsung terbuka. Masing-masing pihak diberikan kesempatan menyampaikan pandangan dan aspirasinya.
Persoalan yang sebelumnya berpotensi berkembang menjadi konflik akhirnya dapat dibicarakan secara langsung melalui forum musyawarah.
Sejumlah Kesepakatan Dicapai
Setelah dilakukan pembahasan bersama, pertemuan menghasilkan sejumlah kesepakatan antara masyarakat dan PT Mitratel.
Kedua pihak sepakat mengedepankan komunikasi, koordinasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang berkaitan dengan keberadaan tower di wilayah Desa Tanjung Baru.
Masyarakat juga mendapatkan penjelasan dari pihak perusahaan terkait keberadaan serta aspek teknis pengelolaan tower, sehingga berbagai pertanyaan dan persoalan yang berkembang dapat dibahas secara terbuka.
Camat Merbau Mataram Ricky Randa Belpama turut mendorong kedua pihak menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Sementara itu, unsur kepolisian yang hadir turut memastikan proses pertemuan berjalan aman, tertib dan lancar.
Pertemuan kemudian ditutup dalam suasana damai. Masyarakat dan pihak PT Mitratel sepakat menjaga komunikasi serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai.
Musyawarah Jadi Jalan Keluar
Berakhirnya persoalan tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan kepentingan antara masyarakat dan perusahaan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
Masyarakat Desa Tanjung Baru berharap kesepakatan yang telah dicapai tidak berhenti sebatas pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh pihak-pihak terkait.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, persoalan antara masyarakat Tanjung Baru dan PT Mitratel diharapkan benar-benar berakhir secara damai dan menjadi momentum untuk membangun hubungan yang lebih baik ke depannya.











