LAMPUNG TENGAH, (Rilis Publik) – Kepala Kampung Sendang Baru, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Muhammad Basarudin secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan bedah rumah bantuan masyarakat untuk keluarga Paijan, warga Dusun 3 RT 12.
Peletakan batu pertama tersebut berlangsung khidmat pada Jum’at pagi (16/10/2026) di lokasi pembangunan rumah Paijan. Acara dihadiri aparatur kampung, Ketua Gerakan Eling Pati (GEP) Dusun 03 Sriyanto, Ketua RT, tokoh masyarakat, dan puluhan warga yang akan bergotong royong.
Seperti diberitakan sebelumnya, rumah milik Paijan sebelumnya dalam kondisi sangat tidak layak huni. Dinding bilik bambu sudah lapuk, atap bocor di mana-mana, dan berlantai tanah. Hal inilah yang menggerakkan hati warga untuk melakukan bedah rumah secara swadaya.
Menurut Basarudin, pembangunan ini murni inisiatif warga. Dana dan material berasal dari sumbangan, yakni sebagian siltap Kakam dan aparatur kampung, swadaya masyarakat Dusun 3, serta donatur dari TKI asal Dusun 03 dan 04.
“Alhamdulillah, pagi ini kita mulai. Material pasir sudah terkumpul, kayu hasil tebangan warga sudah siap. Tinggal peletakan batu pertama dan pengerjaan-pengerjaan lainnya
Dalam sambutannya, Kakam Sendang Baru, Muhammad Basarudin, mengaku terharu dan bangga melihat kekompakan warganya. Ia menegaskan, pemerintah kampung sangat mendukung gerakan sosial seperti ini.
“Ini bukan program Dana Desa, ini murni bantuan dari hati masyarakat. Saya dan aparatur hanya menyisihkan sedikit siltap kami. Yang hebat adalah warga Dusun 3 dan TKI kita yang rela menyumbang. Ini gotong royong yang sesungguhnya,” tegas Basarudin.
Menurut Basarudin, peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya kepedulian yang nyata. Ia berharap pembangunan bisa selesai dalam dua minggu, mengingat pengerjaannya dilakukan setiap malam hari secara bergilir tiap RT.
“Kita kerjakan malam hari karena siang warga harus bertani. Sistemnya giliran. Saya sendiri akan ikut ngaduk semen malam hari bersama warga,” tambahnya.
Basarudin juga mengajak seluruh kampung untuk meniru gerakan yang dilakukan warga Dusun 3. Ia berjanji akan terus mengawal dan memfasilitasi setiap kegiatan sosial kemasyarakatan di Kampung Sendang Baru.
“Jangan lihat besar kecil sumbangannya. Yang penting kebersamaannya. Kalau kita kompak, tidak ada warga Sendang Baru yang rumahnya tidak layak lagi,” kata Basarudin.
Sementara itu, Paijan (52) pemilik rumah, tidak kuasa menahan air mata saat batu pertama diletakkan. Ia hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Kakam dan seluruh warga yang telah peduli kepada keluarganya.
“Saya tidak bisa membalas apa-apa, hanya bisa berdoa. Terima kasih Pak Kakam Basarudin, Pak Sriyanto, dan semua warga. Semoga Allah membalas kebaikan njenengan semua,” ucap Paijan terbata-bata.
Paijan mengaku selama ini tinggal bersama istri dan dua anaknya di rumah yang hampir roboh. Saat hujan, mereka harus kebocoran.
“Kalau hujan, kami sekeluarga tidak bisa tidur. Semua bocor. Alhamdulillah sekarang mau dibangunkan rumah yang layak,” tuturnya.
Pantauan di lokasi, setelah peletakan batu pertama, warga langsung melanjutkan kerja bakti dengan menggali pondasi dan mengangkut material. Suasana penuh keakraban dan semangat gotong royong sangat terasa.
Panitia menargetkan pembangunan rumah minimalis dengan konstruksi semi permanen tersebut selesai pekan kedepan, sehingga keluarga Paijan bisa segera menempati rumah baru yang lebih layak, aman, dan nyaman.
(AMIN KAE)











