RSUDAM Siap Kembangkan Layanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi, BAPETEN Turun Evaluasi Standar Keselamatan

Selasa, 3 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG, Rilis Publik – Pengembangan layanan kesehatan berteknologi tinggi di Provinsi Lampung terus dipersiapkan. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) mulai memantapkan pembangunan fasilitas Kedokteran Nuklir dan Radioterapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan rujukan.

 

Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui Workshop Standarisasi Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir dan Bunker Radioterapi bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), yang berlangsung pada 2–3 November 2026.

Keterlibatan BAPETEN menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan fasilitas berbasis radiasi tidak hanya memenuhi kebutuhan infrastruktur medis, tetapi juga sesuai dengan regulasi, standar teknis, serta persyaratan keselamatan yang berlaku.

 

Pengembangan ini diharapkan menjadi salah satu langkah RSUDAM dalam memperkuat kemampuan pelayanan medis modern, sehingga masyarakat Lampung ke depan memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan dengan dukungan teknologi mutakhir.

 

DIREKTUR RSUDAM MATANGKAN ARAH PENGEMBANGAN LAYANAN

 

Direktur RSUDAM, dr. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH., MHSM, dalam rangkaian kegiatan tersebut menyampaikan kebijakan strategis terkait pengembangan dan kesiapan operasional layanan Linear Accelerator (Linac) serta SPEC/CT.

Kedua teknologi tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan pelayanan medis berbasis teknologi tinggi yang tengah dipersiapkan RSUDAM.

 

Namun, pembangunan fasilitas Kedokteran Nuklir dan Radioterapi memiliki persyaratan khusus. Mulai dari desain bangunan, tata ruang, konstruksi pelindung radiasi, hingga sistem keselamatan yang harus diperhitungkan secara cermat.

Karena itu, RSUDAM menempatkan pemenuhan standar keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi sebagai prioritas dalam setiap tahapan pembangunan.

 

BAPETEN PASTIKAN STANDAR KESELAMATAN TERPENUHI

 

Dalam workshop tersebut, BAPETEN memberikan pemaparan mengenai kebijakan, persyaratan teknis, serta standar pembangunan fasilitas Kedokteran Nuklir dan Bunker Radioterapi.

Sejumlah aspek menjadi pembahasan penting, di antaranya persyaratan tata ruang, proteksi radiasi, hingga konstruksi bunker dengan sistem penahan radiasi atau shielding.

Standar tersebut sangat penting mengingat fasilitas pelayanan berbasis radiasi memiliki risiko yang harus dikendalikan melalui perencanaan dan penerapan sistem keselamatan yang tepat.

Keselamatan pasien, tenaga medis, pekerja radiasi, masyarakat sekitar, hingga lingkungan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan.

Melalui kegiatan ini, koordinasi antara regulator, manajemen rumah sakit, tim teknis pembangunan, dan tenaga profesional juga diperkuat agar seluruh tahapan pengembangan berjalan sesuai ketentuan.

 

TAK HANYA WORKSHOP, BAPETEN TINJAU LANGSUNG LOKASI PEMBANGUNAN

 

Untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan dan kondisi di lapangan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir dan Bunker Radioterapi pada 3 November 2026.

Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi BAPETEN untuk melihat kondisi fasilitas sekaligus mengidentifikasi aspek teknis yang perlu mendapat perhatian dan penyempurnaan.

Setelah peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan exit meeting di Aula Lantai 1 RSUDAM.

 

Dalam forum tersebut disampaikan hasil tinjauan, masukan teknis, serta rekomendasi yang diharapkan menjadi pedoman bagi RSUDAM dalam melakukan tindak lanjut pembangunan.

Evaluasi ini menjadi bagian penting agar fasilitas yang dipersiapkan benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan dan ketentuan regulator sebelum memasuki tahap operasional.

 

PERKUAT PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DI LAMPUNG

 

Pengembangan fasilitas Kedokteran Nuklir dan Radioterapi merupakan bagian dari transformasi RSUDAM dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan rujukan.

Kehadiran teknologi medis tersebut diharapkan dapat memperkuat pilihan pelayanan bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan layanan diagnostik dan terapi yang membutuhkan dukungan peralatan berteknologi tinggi.

Di sisi lain, kesiapan bangunan, kelengkapan teknis, pemenuhan regulasi, serta keselamatan operasional tetap menjadi persyaratan utama yang harus dipenuhi.

 

RSUDAM menyadari bahwa kemajuan pelayanan kesehatan tidak semata-mata diukur dari kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetapi juga dari jaminan keamanan, kualitas pelayanan, dan kesiapan tenaga profesional yang mengoperasikannya.

Melalui sinergi bersama BAPETEN, RSUDAM berupaya memastikan pengembangan fasilitas tersebut berjalan secara terencana, terukur, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen RSUDAM untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat infrastruktur medis, serta menghadirkan layanan kesehatan yang semakin modern dan berkualitas bagi masyarakat Provinsi Lampung.

Berita Terkait

Gunung Kucing Akhirnya Disegel! Dlh Hentikan Proyek Angkasa Land, IMF: Keselamatan Warga Jangan Dikorbankan
Material Galian Gunung Kucing Terbukti Diangkut Keluar! IMF Desak DLH Bertindak, Nyali Pemerintah Dipertaruhkan
Pemprov Lampung Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 2027
Material Kerukan Gunung Kucing Diangkut Keluar, IMF Desak Pemerintah Hentikan Aktivitas
Satgas Gabungan Bersihkan dan Keruk Sungai Way Awi dan Way Balau, Antisipasi Banjir
Universitas Lampung Tetapkan Tiga Calon Rektor
Babak Baru Kesehatan Lampung: RSUDAM Resmi Buka Lima Program Pendidikan Dokter Spesialis Sekaligus
Gunung Kucing Terancam? Ketum IMF Desak Transparansi Izin: Jangan Tunggu Bencana Baru Bertindak!

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:10

RSUDAM Siap Kembangkan Layanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi, BAPETEN Turun Evaluasi Standar Keselamatan

Selasa, 3 November 2026 - 00:57

Gunung Kucing Akhirnya Disegel! Dlh Hentikan Proyek Angkasa Land, IMF: Keselamatan Warga Jangan Dikorbankan

Senin, 2 November 2026 - 08:51

Material Galian Gunung Kucing Terbukti Diangkut Keluar! IMF Desak DLH Bertindak, Nyali Pemerintah Dipertaruhkan

Minggu, 1 November 2026 - 17:21

Pemprov Lampung Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 2027

Minggu, 1 November 2026 - 12:32

Material Kerukan Gunung Kucing Diangkut Keluar, IMF Desak Pemerintah Hentikan Aktivitas

Berita Terbaru