LAMPUNG TENGAH, (Rilis Publik) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah, dari Fraksi PKB Muslim Ansori, S.H.I, M.H. menggelar kegiatan Sosialisasi Penyelenggara Pendidikan Wawasan Kebangsaan, di Kampung Sri Purnomo, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kampung Sri Purnomo Iswandi, Peltu Muhammad Nur mewakili Danramil 511-14 Kalirejo, puluhan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibu muslimat, serta aparatur kampung setempat. Warga terlihat antusias mengikuti sosialisasi yang membahas pentingnya persatuan dan cinta tanah air di tengah tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Muslim Ansori mengatakan bahwa wawasan kebangsaan merupakan fondasi utama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, di era digital dan keterbukaan informasi seperti sekarang, nilai-nilai kebangsaan harus terus diperkuat.
“Saat ini tantangan kita bukan lagi penjajahan fisik, tapi penjajahan ideologi, hoaks, dan perpecahan di media sosial. Maka dari itu, wawasan kebangsaan ini harus kita tanamkan mulai dari tingkat kampung,” ujar Muslim Ansori di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman hidup bermasyarakat. Tanpa memahami empat pilar tersebut, masyarakat akan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
Muslim Ansori juga menekankan pentingnya peran pemuda dan ibu-ibu sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai kebangsaan di lingkungan keluarga. Menurutnya, pendidikan kebangsaan tidak hanya tugas sekolah, tetapi dimulai dari rumah.
“Kalau di rumah anak-anak kita sudah diajarkan toleransi, menghormati perbedaan, dan cinta tanah air, Insya Allah di luar mereka tidak akan mudah terbawa paham-paham radikal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Sri Purnomo, Iswandi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Muslim Ansori yang telah memilih kampungnya sebagai lokasi sosialisasi. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat rutin digelar.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Muslim Ansori. Warga kami jadi lebih paham makna wawasan kebangsaan, tidak hanya sekadar hafalan, tapi bagaimana mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kakam.
Pada kesempatan yang sama, Peltu Muhammad Nur yang turut menjadi pemateri menyampaikan tentang bahaya narkoba yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda tingkat kampung.
Ia menjelaskan bahwa peredaran narkoba kini modusnya semakin canggih dan menyasar semua kalangan, tidak hanya di kota tetapi sudah masuk hingga ke pelosok kampung.
“Narkoba adalah musuh negara. Pengaruhnya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga merusak mental, masa depan, dan keutuhan keluarga. Ini sama bahaya ancaman terhadap ideologi bangsa,” tegas M Nur dihadapan warga.
M. Nur juga mengingatkan bahwa salah satu pintu masuk peredaran narkoba saat ini adalah melalui media sosial dan aplikasi komunikasi, diantaranya lewat platform Wave dan aplikasi sejenis yang sering digunakan anak muda.
“Anak-anak kita harus diawasi dalam menggunakan HP. Jangan sampai aplikasi seperti Wave dan lainnya disalahgunakan oleh oknum pengedar untuk transaksi atau bujuk rayu. Orang tua harus lebih waspada,” tambahnya.
M. Nur mengajak seluruh warga Sri Purnomo untuk berperan aktif menjadi mata dan telinga dalam memerangi narkoba, dengan cara segera melaporkan kepada Babinsa atau Bhabinkamtibmas jika menemukan gerak-gerik mencurigakan.
Salah satu peserta, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia mengaku sebelumnya hanya mengetahui Pancasila sebagai pelajaran sekolah, namun kini memahami relevansinya dalam kehidupan bertetangga.
“Ternyata menjaga kerukunan antar tetangga, tidak gampang menyebar berita bohong di WA, itu juga bagian dari wawasan kebangsaan,” katanya.
Di sela-sela kegiatan, Muslim Ansori juga membuka sesi dialog dan tanya jawab dengan warga. Sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, pendidikan dan keamanan di wilayah Kalirejo.
Menanggapi hal tersebut, Muslim Ansori berjanji akan membawa aspirasi warga ke dalam pembahasan di DPRD Lampung Tengah. Ia menegaskan bahwa tugas anggota dewan bukan hanya membuat undang-undang, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi rakyat.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan doa bersama dan foto bersama antara anggota dewan dan seluruh peserta. Warga berharap nilai-nilai kebangsaan yang disampaikan dapat terus diamalkan demi menciptakan kampung yang aman, rukun, dan damai.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kampung Sri Purnomo semakin solid dalam menjaga persatuan dan turut serta membangun Kabupaten Lampung Tengah yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan.
(AMIN KAE)











