Bekas Tambang Galian C di Sendangagung Memakan Korban, Dua Bocah SD Tewas Tenggelam

- Editor

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah, Rilis Publik – Bekas tambang galian C di Sendangagung, Kecamatan Sendangagung, Kabupaten Lampung Tengah memakan korban jiwa. Dua orang bocah SD bernama Elda Fitria Rahmadani (8) binti Jaswadi dan Anggela Julia Putri (8) binti Wahono masing-masing warga Dusun 8 Kampung Sendangagung. Keduanya ditemukan tewas tenggelam di waduk bekas tambang galian C di Dusun 3 yang berjarak 1 km dari rumahnya. Kedua jenazah bocah tersebut ditemukan di dasar kubangan di kedalaman kurang lebih 2 meter pada hari Senin (26/1/2026) sekira pukul 14.00 WIB setelah melalui proses pencarian oleh warga.

 

Kronologis: Awalnya, kedua korban bersama dengan saksi sekira jam 12.00 wib pergi ke sungai dengan tujuan mencari keong dan mandi di aliran sungai kecil yang berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi bekas galian pasir dan ketika kedua korban bersama saksi sedang mandi dan mencari keong di aliran sungai tersebut tiba-tiba ke 2 korban terseret arus sungai yang agak deras dengan kedalaman air sekira 50 cm dan aliran tersebut langsung menuju ke dalam galian lubang bekas galian pasir tersebut dan langsung tengelam kemudian saksi 2 sempat menolong korban 1 dengan cara menarik korban namun diperkirakan derasnya aliran air sehingga kedua korban terseret dan masuk kedalaman galian tersebut.

 

Sementara, menurut keterangan saksi 1 pada saat akan menjemput istri saksi yang sedang berada di sawah, saksi 1 dipanggil oleh saksi 2 yang mengatakan bahwa ada 2 teman saksi yang tenggelam di lokasi galian pasir, kemudian saksi 1 langsung menuju lokasi dan berusaha mencari ke 2 korban dengan cara berenang didalam kubangan tersebut namun dikarenakan lokasi tersebut kedalaman air kurang lebih 2 meter akhirnya saksi 1 belum bisa menemukan dan langsung berteriak minta tolong ke lokasi perumahan yang jaraknya tidak jauh dari lokasi dan akhirnya banyak warga berkumpul dan berusaha mencari secara bersama-sama dan sekira jam 14.00 wib kedua korban dapat ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dan akhirnya dibawa pulang ke rumah masing-masing.

 

Kemudian keterangan saksi 2 bahwa saksi bersama kedua korban dan saksi 3 pergi ke kali/sungai dengan tujuan mencari keong kemudian sesampainya di lokasi tersebut para saksi dan korban lalu masuk kedalam kali yang kedalaman air kurang lebih 50 cm untuk mencari keong sambil bermain air dan pada saat itu saksi bersama korban sempat mandi sambil tiduran di aliran sungai yang airnya agak kencang dan diperkirakan dikarenakan korban bermain air sambil tiduran akhirnya terbawa arus yang masuk kedalam lubang galian bekas tambang pasir sehingga mengakibatkan kedua korban tengelam dan pada saat itu saksi 2 sempat menolong namun dikarenakan arus deras dan dalam sehingga mengakibatkan kedua korban tengelam.

 

Diketahui, petugas yang mendatangi TKP diantaranya; Kanit Reskrim Polsek Kalirejo Aiptu Rusdianto, S.H., Bhabinkamtibmas Aiptu Dwi Yunianto, S.A.P, Ka. Puskesmas Sendangagung FX. Dedi Subagiono, Dokter Puskesmas Sendangagung Fransiska Etika Dewi, Bidan Nurmaya Sari, Staf dan Pol-PP Kecamatan.

Keterangan pihak medis dari Puskesmas Kecamatan Sendangagung kedua korban meninggal dunia dikarenakan tengelam dan tidak temukan tanda-tanda kekerasan benda tumpul dan benda tajam dan kedua keluarga korban menolak untuk jenazah dilakukan Outopsi.

 

Saat ditemui awak media ini di TKP, Bhabinkamtibmas Sendangagung Aiptu Dwi Yunianto, S.A.P dan ‎Kanit Reskrim Polsek Kalirejo Aiptu Rusdianto, S.H, mewakili Kapolsek Kalirejo Agus Supriyadi membenarkan, telah ditemukan dua anak usia SD meninggal di dasar galian C karena tenggelam. “Benar, telah terjadi peristiwa naas, dua anak usia SD meninggal dunia karena tenggelam di areal bekas galian C di Kampung Sendangagung,” katanya.

 

Dikesempatan lain Camat Sendangagung Adi Rakhman, SE, MM. terkait peristiwa tewasnya dua bocah tersebut mejelaskan, ini merupakan salah satu dari berbagai insiden serupa di Sendangagung yang kemudian menjadi sorotan tentang bahaya lubang galian yang tidak ditutup.Menurut Adi Rakhman, pihaknya akan segera memanggil seluruh pengusaha galian C di wilayah Sendangagung untuk dilakukan pembinaan dan penertiban.
(Amin Ma’ruf)

Berita Terkait

Pemkab Tanggamus Ajukan Pinjaman Rp 65 Miliar Ke PT SMI
Bupati Ayu Asalasiyah Teken Verifikasi Penataan Ruang Way Kanan
Pemkab Lamsel Terima Kunjungan Rektor UGM
Wabup Lampung Barat Resmikan KDKMP Pekon Kenali
Pemkab Lampung Timur Dukung Penguatan Koperasi Desa
MUI Kota Metro Gelar Musda Ke-V
Sepekan 2 Kasus Dibongkar! Polres Lampung Utara Amankan 3 Pelaku Curanmor dan Bawa Sajam
Tolak Beban Fiskal? Anggota Banggar Bilang Pinjaman Rp150 M Justru Percepat Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:32 WIB

Bupati Ayu Asalasiyah Teken Verifikasi Penataan Ruang Way Kanan

Senin, 18 Mei 2026 - 20:54 WIB

Pemkab Lamsel Terima Kunjungan Rektor UGM

Senin, 18 Mei 2026 - 20:52 WIB

Wabup Lampung Barat Resmikan KDKMP Pekon Kenali

Senin, 18 Mei 2026 - 20:50 WIB

Pemkab Lampung Timur Dukung Penguatan Koperasi Desa

Senin, 18 Mei 2026 - 20:48 WIB

MUI Kota Metro Gelar Musda Ke-V

Berita Terbaru