Tanggamus, Rilis Publik– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus resmi mengajukan pinjaman daerah senilai Rp65 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk membiayai pembangunan infrastruktur strategis di wilayah setempat.
Dana pinjaman tersebut direncanakan digunakan untuk pembangunan 15 titik infrastruktur yang terdiri dari 13 ruas jalan dan dua jembatan yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Proses pengajuan kini memasuki tahap verifikasi teknis setelah dilaksanakan rapat koordinasi antara jajaran Pemkab Tanggamus yang dipimpin Wakil Bupati Agus Suranto bersama tim verifikasi PT SMI di ruang rapat utama Kantor Bupati Tanggamus, Senin (18/5).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut menjadi kebutuhan mendesak masyarakat karena berkaitan langsung dengan konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi warga.
“Sebanyak 15 titik pembangunan tersebar mulai dari Kecamatan Kelumbayan, Waynipah, Kotaagung hingga Talang Padang. Infrastruktur ini memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hendra, usai rapat koordinasi, tim PT SMI dijadwalkan melakukan verifikasi lapangan guna memastikan kesiapan teknis proyek serta mencocokkan kondisi riil lokasi pembangunan.
Tahapan verifikasi itu dilakukan sebagai dasar penilaian kelayakan pinjaman sebelum keputusan persetujuan diterbitkan.
Dalam proses penilaian, PT SMI memfokuskan evaluasi pada tiga aspek utama, yakni kelengkapan dokumen administrasi, kesiapan penganggaran daerah, serta dampak ekonomi yang akan dihasilkan dari proyek pembangunan.
Pemkab Tanggamus menargetkan proses persetujuan pinjaman dapat rampung pada akhir Juni 2026.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, proses lelang proyek direncanakan dimulai pada Juli 2026, sementara pekerjaan fisik ditargetkan mulai terkontrak pada Agustus mendatang.
Pemkab berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memperkuat konektivitas antarkawasan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah yang menjadi prioritas pembangunan.









