Lampung Tengah, Rilis Publik — Camat Sendangagung Kabupaten Lampung Tengah, Adi Rakhman, SE, MM., bersama Bhabinkamtibmas, Satpol PP dan sejumlah staf menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga kedua keluarga korban meninggal dunia akibat tenggelam di lubang bekas galian C di Dusun 3 Sendangagung. Camat Adi Rakhman hadir langsung di kedua rumah duka pada Selada (27/1/2026), setelah menerima informasi terkait peristiwa tersebut.
Kehadiran Camat Sendangagung beserta rombongan di kedua rumah duka merupakan bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Kecamatan terhadap warganya yang tertimpa musibah. Dalam kesempatan tersebut, Camat Adi Rakhman menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada orang tua dan keluarga almarhum.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kecamatan Sendangagung, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucap Camat Adi Rakhman.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi area kanal, galian C, gorong-gorong, dan saluran air yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tambahnya.
Pemerintah Kecamatan Sendangagung, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta instansi terkait guna meningkatkan upaya pencegahan dan keselamatan lingkungan, demi meminimalkan risiko terjadinya kejadian serupa di wilayah Kecamatan Sendangagung.
Seperti diberitakan sebelumnya,
kedua korban ditemukan sudah tidak bernyawa lantaran tenggelam di galian C dusun 3 Sendangagung pada Senin (26/1/2026) sekira pukul 14.00 WIB kemarin.
Diketahui, kedua korban tersebut bernama Elda Fitria Rahmadani binti Jaswadi (8) dan Anggela Julia Putri binti Wahono (8) keduanya merupakan pelajar SD Negeri 4 Sendangagung.
Dari keterangan pihak medis Puskesmas Sendangagung kedua korban meninggal dunia dikarenakan tenggelam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan bendahara tumpul dan benda tajam, sementara kedua keluarga korban menolak untuk jenazah dilakukan otopsi.
(Amin Ma’ruf)









