Diduga Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gunung Agung Mark-Up Dana Bos

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TUBABA, Rilis Publik – Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pemeliharaan sarana dan prasarana (sarpras) di SMAN 1 Gunung Agung, Tiyuh Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, kini menjadi sorotan. Hal ini menyusul temuan tim awak media mengenai kondisi bangunan sekolah yang dinilai kurang terawat di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah berinisial SAS.

Berdasarkan data penggunaan Dana BOS Tahun 2025, SMAN 1 Gunung Agung mengalokasikan anggaran pemeliharaan sarpras sebesar Rp22.626.000 pada Tahap I dan Rp77.414.200 pada Tahap II. Dengan demikian, total dana yang tercatat untuk pemeliharaan sarpras mencapai Rp100.040.200 dalam satu tahun anggaran.

Namun, pantauan di lingkungan sekolah menunjukkan fakta yang berbeda. Masih ditemukan sejumlah kerusakan fisik bangunan, di antaranya plafon yang jebol, cat dinding yang luntur dan berlumut, serta engsel jendela yang rusak. Kondisi ini dikhawatirkan berpotensi membahayakan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak mengenai efektivitas dan transparansi penggunaan anggaran pemeliharaan yang nilainya mencapai lebih dari seratus juta rupiah tersebut. Publik berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait rincian pekerjaan pemeliharaan yang telah dilaksanakan.

Transparansi dinilai penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana dana negara yang dialokasikan benar-benar berdampak pada peningkatan kenyamanan dan keselamatan peserta didik.

Terkait dugaan awal adanya mark-up dana BOS, tim awak media berencana berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung agar memproses Kepala Sekolah berinisial SAS sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN 1 Gunung Agung belum memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi sarpras yang masih rusak. Awak media telah mencoba menghubungi Humas sekolah berinisial B melalui nomor WhatsApp 0823-XXXX-XX36 untuk mendapatkan konfirmasi dari Kepala Sekolah, namun sangat disayangkan tidak ada tanggapan.

Berita Terkait

Bupati Tubaba Hadiri Pengukuhan Anggota Bolo Ngarit
Diduga Mark-Up Dana BOS, Penggunaan Anggaran Sarpras SMAN 1 Gunung Agung Dipertanyakan
Pemkab Tubaba Matangkan Persiapan Verifikasi Faktual PKPD 2026
Pemkab Tubaba Gelar Sidang Isbat Nikah Terpadu
Pemkab Tubaba Luncurkan Ambulans Bank Sampah
Bupati Tubaba Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 1 Gunung Agung Tubaba, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Buka Suara
Anggaran Sarpras SMAN 1 Gunung Agung Capai Rp100 Juta, Kondisi Sekolah Memprihatinkan

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 16:32

Bupati Tubaba Hadiri Pengukuhan Anggota Bolo Ngarit

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:54

Diduga Mark-Up Dana BOS, Penggunaan Anggaran Sarpras SMAN 1 Gunung Agung Dipertanyakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:49

Pemkab Tubaba Matangkan Persiapan Verifikasi Faktual PKPD 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:17

Pemkab Tubaba Gelar Sidang Isbat Nikah Terpadu

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:24

Pemkab Tubaba Luncurkan Ambulans Bank Sampah

Berita Terbaru