Bojonegoro Rilis Publik – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah (IDR) kembali meroket, mencapai Rp 17.200 per dolar pada perdagangan hari ini, Senin (07/04/2025). Kenaikan tajam ini menimbulkan kekhawatiran di Masyarakat Indonesia, terutama dengan tingginya biaya hidup.
Pengamat ekonomi dari Kabupaten Tuban, Sebut saja Koh Asin, menyatakan bahwa lonjakan nilai dolar berdampak signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi. Harga barang impor melonjak, mengakibatkan inflasi yang menekan daya beli Masyarakat. Para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) kesulitan memenuhi kebutuhan bahan baku impor dan menghadapi penurunan permintaan.
“Pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah konkret untuk meredam gejolak nilai tukar ini dan melindungi daya beli Masyarakat,” ujar Koh Asin.
Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu memperkuat kebijakan fiskal dan moneter untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
Solusi Jangka Panjang Koh Asin menekankan pentingnya strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada dolar AS, seperti:
– Penguatan Sektor Riil: Meningkatkan produksi dalam negeri dan diversifikasi sumber impor.
– Peningkatan Ekspor: Meningkatkan ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
– Diversifikasi Ekonomi: Mengembangkan sektor ekonomi lain untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
“Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah efektif untuk mengatasi masalah ini dan meringankan beban Masyarakat. Ketidak pastian ekonomi ini membutuhkan respons cepat dan terukur untuk meminimalisir dampak negatifnya terhadap perekonomian Nasional.”Pungkasnya.( Bang Jali)










