LAMPUNG TENGAH, (Rilis Publik)– Suasana haru pisah sambut Kapolsek Kalirejo mendadak hening dan penuh perhatian, ketika Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (ADEPSI) Kecamatan Sendang Agung Kabupaten Lampung Tengah yang juga Kepala Kampung Sendang Baru, Muhammad Basarudin, naik ke podium untuk memberikan sambutan.
Mewakili seluruh kepala kampung yang tergabung dalam Adepsi Sendang Agung dan Kalirejo, Basarudin tidak hanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolsek lama dan selamat datang kepada Kapolsek baru. Ia justru memanfaatkan momentum tersebut untuk menyoroti persoalan serius yang meresahkan warga: maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kecamatan Sendang Agung dan Kalirejo.
Acara pisah sambut dari IPTU Agus Supriyadi, S.H., M.H. kepada IPTU Purwanto, S.AP yang digelar di Aula Polsek Kalirejo, Jum’at (24/10/2026), dihadiri Forkopimcam, seluruh Kakam se-Kalirejo dan se-Sendang Agung, Anggota DPRD Provinsi Lampung dan Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh UPTD dan personel Polsek.
“Atas nama Adepsi Sendang Agung dan Kalirejo serta seluruh kepala kampung, kami ucapkan terima kasih atas pengabdian IPTU Agus dan selamat datang untuk IPTU Purwanto. Tapi mohon maaf, siang ini izinkan saya tidak hanya basa-basi. Ada yang lebih penting yang harus kita bicarakan,” buka Basarudin dengan nada tegas.
Menurut Basarudin, peredaran narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan sudah masuk hingga ke pelosok kampung. Ia mengaku hampir setiap minggu mendapat laporan dari warganya tentang adanya anak muda yang terindikasi menggunakan narkoba.
“Jujur saja, ini fakta yang pahit. Narkoba sudah masuk Sendang Agung dan Kalirejo. Anak-anak muda kita, generasi penerus kampung, sudah ada yang menjadi korban. Kalau kita tutup mata, kita akan kehilangan satu generasi,” tegas Basarudin yang disambut heningnya hadirin.
Ia menambahkan, para kepala kampung sudah berupaya melakukan pencegahan melalui sosialisasi dan mengaktifkan pos ronda, namun perlawanan terhadap jaringan narkoba tidak bisa dilakukan oleh pemerintah kampung saja. Dibutuhkan tindakan tegas dan sinergi dari pihak kepolisian.
“Pak Kapolsek, ini PR besar untuk kita semua. Kami di kampung sudah berteriak, tapi kami butuh gebrakan. Kami butuh Polsek Kalirejo yang lebih galak lagi dalam memberantas narkoba. Jangan kasih ampun untuk pengedar. Selamatkan anak-anak kami,” pintanya dengan suara bergetar.
Basarudin juga menyinggung bahwa letak geografis Sendang Agung yang berbatasan langsung dengan beberapa wilayah rawan, membuat peredaran narkoba semakin mudah masuk. Ia meminta Polsek Kalirejo di bawah komando baru untuk lebih intensif melakukan razia dan patroli malam, serta membuka ruang pengaduan rahasia bagi warga yang mengetahui adanya peredaran.
“Kalau pengguna mungkin bisa kita bina, tapi kalau pengedar harus kita sikat habis. Kami Adepsi siap menjadi garda terdepan. Kami siap pasang badan. Asal, Polsek juga jangan ragu-ragu menindak,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Basarudin berharap pergantian pimpinan di Polsek Kalirejo membawa angin segar dan semangat baru dalam penegakan hukum yang lebih berani dan berpihak kepada keselamatan masyarakat.
Pernyataan keras Basarudin tersebut langsung mendapat respons positif dari hadirin. Camat Kalirejo dan Camat Sendang Agung juga beberapa kepala kampung lainnya terlihat mengangguk setuju.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Kalirejo yang baru IPTU Purwanto, S.AP. yang baru saja diperkenalkan langsung merespons. Ia menyatakan bahwa pemberantasan narkoba akan menjadi atensi utama dan prioritas program 100 hari kerjanya.
“Terima kasih atas masukannya, Pak Basarudin. Ini masukan yang sangat berharga dan menjadi cambuk bagi kami. Saya catat, dan saya pastikan, perang terhadap narkoba di wilayah Kalirejo dan Sendang Agung akan menjadi prioritas utama kami. Mohon dukungannya, berikan kami informasi,” jawab IPTU Purwanto dengan tegas.
Acara pisah sambut pun ditutup dengan komitmen bersama antara Forkopimcam, Adepsi, dan Polsek Kalirejo untuk memperkuat sinergi dalam menjaga Kamtibmas, khususnya dalam memerangi bahaya laten narkoba yang mengancam masa depan generasi muda.
(AMIN KAE)











