Ketua Umum Prabu Satu Nasional Soroti Lambannya Penanganan Laporan Terhadap Pj Bupati Kampar oleh KPK

Rabu, 23 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rilis Publik | Jakarta, – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Prabu Satu Nasional, Teungku Muhammad Raju,
angkat bicara terkait lambannya penanganan laporan masyarakat terhadap Penjabat (Pj) Bupati Kampar, Hambali, yang telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak satu tahun yang lalu.

Dalam pernyataan resminya, Teungku Muhammad Raju menegaskan pentingnya KPK untuk menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan kecepatan dalam menangani setiap laporan dugaan tindak pidana korupsi yang masuk.

“Kami memahami kekecewaan masyarakat terhadap belum adanya kejelasan atas laporan yang telah disampaikan sejak tahun lalu. Keterlambatan ini bisa menimbulkan preseden buruk dan menurunkan tingkat kepercayaan rakyat terhadap proses hukum,” ujar Teungku Muhammad Raju.

Ia juga menegaskan bahwa Prabu Satu Nasional mendukung penuh langkah masyarakat yang proaktif dalam melaporkan dugaan penyimpangan pejabat publik, sebagai bagian dari kontrol sosial dan upaya menjaga integritas pemerintahan.

“KPK harus menunjukkan independensinya. Jika ada laporan valid dari masyarakat, maka KPK wajib memberikan penjelasan dan progres, bukan membiarkannya mengendap tanpa kepastian,” tambahnya.

Teungku Muhammad Raju juga menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya media dan organisasi masyarakat sipil, untuk terus mengawal kasus ini dengan obyektivitas dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Kami tidak menghakimi siapa pun, tapi kami mendesak adanya kejelasan hukum. Proses harus transparan dan tidak tebang pilih,” tegas Ketua Umum Prabu Satu Nasional itu.

Sebagaimana diketahui, laporan terhadap Pj Bupati Kampar, Hambali, dilayangkan oleh Masyarakat Anti KKN Indonesia (Makin) sejak tahun 2024 lalu, namun hingga kini belum ada perkembangan berarti dari pihak KPK.(Rapel/tim)

Berita Terkait

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim
Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar
Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027
Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!
Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil
Lapas Probolinggo Jawa Timur ‘Angker’, Penghuni Selalu Mendapat ‘Bisikan Gaib’ Sebelum Razia  
Aktivis Soroti Danau Kongar Terancam Surut, PT SMS Diminta Utamakan Kelestarian Sumber Air
Dugaan Mengerikan: Lapas Probolinggo Diduga Jadi Markas Pengendali Narkoba Sabu!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:14

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim

Selasa, 15 September 2026 - 23:17

Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar

Senin, 14 September 2026 - 22:03

Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027

Senin, 14 September 2026 - 14:50

Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!

Minggu, 13 September 2026 - 16:13

Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil

Berita Terbaru