Pemprov Lampung Dukung Penuh Pemberantasan Narkotika, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Rilis Publik— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung terhadap langkah tegas aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan penyalahgunaan senjata api ilegal sebagai upaya menjaga keamanan daerah sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan narkotika.

 

Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Gubernur pada kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika dan senjata api ilegal yang digelar Polda Lampung di halaman Gedung Serbaguna Presisi Polda Lampung, Rabu (29/7/2026).

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.H., S.I.K., M.H., serta dihadiri Pangdam XII/Raden Intan Mayjen TNI Christomei Sianturi, unsur Forkopimda Provinsi Lampung, perwakilan Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi, Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung, Bea Cukai, Balai Besar POM, Balai Karantina, serta para pejabat utama Polda Lampung.

 

Kehadiran Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat sinergi bersama aparat penegak hukum untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

 

Dukungan tersebut juga sejalan dengan upaya menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika.

 

Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menjelaskan bahwa secara geografis Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa sehingga menjadi salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap lalu lintas dan peredaran gelap narkotika.

 

“Situasi ini tidak bisa kita biarkan. Polda Lampung berkomitmen penuh mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat reformasi hukum dan pemberantasan narkotika. Narkoba adalah musuh bersama yang merusak masa depan generasi bangsa sehingga tidak boleh diberi ruang sedikit pun di Bumi Ruwa Jurai,” tegas Kapolda.

 

Selain ancaman narkotika, Kapolda juga menyoroti masih maraknya tindak kejahatan konvensional, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor yang kerap menggunakan senjata api rakitan.

 

Karena itu, Polda Lampung terus mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif, sekaligus mengajak masyarakat secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan yang masih dimiliki agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Kapolda memaparkan, selama periode Januari hingga Juli 2026, Polda Lampung berhasil mengungkap 29 kasus tindak pidana narkotika dengan 35 orang tersangka.

 

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 119,1 kilogram sabu, 58,2 kilogram ganja, 35.166 butir ekstasi, 19.996 butir pil happy five, 4.484 piece etomidad, serta 2.500 gram etomidad cair. Nilai ekonomis seluruh barang bukti tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp264,979 miliar.

 

Menurut Kapolda, pemusnahan barang bukti tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 829.264 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Seluruh barang bukti telah memperoleh penetapan dari Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Tanggamus untuk dimusnahkan

Berita Terkait

IMF Tantang Kejari Bongkar Aktor Intelektual Kasus PT Tulang Bawang Jaya, Dugaan Keterlibatan Sekda Harus Diusut Tanpa Kompromi
Pemprov Lampung Dorong Kawasan Industri Pangan
Pemprov Lampung Berupaya Hidupkan Kembali Sentra Udang Dipasena
Polemik Penyelesaian Pertanahan di Lampung, Gubernur Gandeng BPN dan KPK 
Pemprov dan DPRD Lampung Paripurnakan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat Bangun Tata Kelola Hukum Berkeadilan
Pemprov Lampung Kawal Revitalisasi SMA Islam Plus
Sekda Lampung Tengah Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi 387 Honorer Fiktif

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:03

Pemprov Lampung Dukung Penuh Pemberantasan Narkotika, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:52

IMF Tantang Kejari Bongkar Aktor Intelektual Kasus PT Tulang Bawang Jaya, Dugaan Keterlibatan Sekda Harus Diusut Tanpa Kompromi

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:24

Pemprov Lampung Dorong Kawasan Industri Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:21

Pemprov Lampung Berupaya Hidupkan Kembali Sentra Udang Dipasena

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:19

Polemik Penyelesaian Pertanahan di Lampung, Gubernur Gandeng BPN dan KPK 

Berita Terbaru