Pendapatan Daerah Turun Rp1,67 Triliun, Bojonegoro Didesak Evaluasi Arah Pembangunan.

Senin, 13 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, Rilispublik – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menghadapi tekanan fiskal serius setelah terjadi penurunan pendapatan daerah hingga 30 persen, atau sekitar Rp1,67 triliun. Kondisi ini memicu kekhawatiran berbagai kalangan terhadap keberlanjutan program pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Penurunan yang cukup signifikan tersebut mendorong desakan agar Pemkab Bojonegoro segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ini bukan penurunan biasa. Ketika pendapatan berkurang drastis, otomatis harus ada penyesuaian. Evaluasi RPJMD menjadi langkah logis agar program prioritas tidak mandek di tengah jalan,” kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, Senin (13/10/2025).

Lasuri menilai, jika penyesuaian tidak dilakukan, pembangunan berpotensi berjalan tanpa arah yang realistis dengan kemampuan fiskal saat ini.

Dalam dokumen RPJMD Kabupaten Bojonegoro 2025–2029, sejumlah program prioritas telah ditetapkan, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan, peningkatan iklim investasi, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

Namun, dengan berkurangnya ruang fiskal, sejumlah pihak mendorong pemerintah daerah untuk mengedepankan efisiensi anggaran, memprioritaskan program yang benar-benar mendesak, serta mengevaluasi proyek strategis yang sedang berjalan.
Sejumlah rekomendasi pun mengemuka, seperti penghematan belanja operasional, optimalisasi pajak dan retribusi daerah, serta pembukaan peluang kerja sama investasi dengan sektor swasta.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyatakan pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas fiskal tanpa mengubah arah pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

“Kita akan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. Kalau soal evaluasi RPJMD, kita tetap pada jalur yang telah direncanakan. Tidak ada urgensi untuk mengubah arah pembangunan,” tegas Bupati.

Pernyataan tersebut menuai reaksi beragam
di tengah masyarakat, terutama kalangan pemerhati kebijakan publik yang menilai sikap tersebut kurang adaptif terhadap dinamika fiskal yang tengah terjadi.

Dengan situasi fiskal yang menantang, publik berharap pemerintah tidak hanya bertahan secara administratif, tetapi mampu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik yang optimal.

(Red)

Berita Terkait

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan
PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I
Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat
UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan
Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM
IMF Soroti Tower Mitratel di Tanjung Baru, Warga Minta Legalitas dan Keselamatan Diverifikasi
Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air
Tumbuhkan Semangat Belajar Anak, KKN-TK Kelompok 13 Unigoro Gelar Bimbingan Belajar di SDN Bobol V

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:46

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan

Selasa, 22 September 2026 - 20:10

PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I

Jumat, 18 September 2026 - 16:53

Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat

Selasa, 8 September 2026 - 09:46

UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan

Minggu, 6 September 2026 - 11:06

Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:48