MUSI BANYUASIN, Rilis Publik— Dugaan pencemaran kembali terjadi di Sungai Jirak, Dusun IV, Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (16/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika pekerja disebut tengah melakukan pembersihan terhadap tumpahan yang diduga berasal dari minyak di sekitar aliran sungai.
Namun, di tengah proses penanganan, warga menyebut kembali terjadi dugaan pecah atau kebocoran pada pipa yang diduga berkaitan dengan operasional WTIP & SPU-2 Jirak, Pertamina EP Asset 2 – Pendopo Field.
Cairan berwarna hitam kemudian terlihat kembali keluar dari sekitar lokasi dan diduga mengalir menuju Sungai Jirak. Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan air sungai tampak menghitam dan terdapat lapisan yang diduga minyak.
Kondisi tersebut kembali menimbulkan pertanyaan masyarakat mengenai sistem pengamanan dan pemeliharaan infrastruktur yang berada di sekitar wilayah operasional.
Pipa Tampak Berkarat, Penyebab Kerusakan Perlu Dibuktikan
Sejumlah bagian pipa yang terlihat di lokasi dilaporkan telah mengalami karat atau korosi. Kondisi visual tersebut memunculkan dugaan dari warga bahwa kondisi pipa perlu mendapat pemeriksaan teknis secara menyeluruh.
Meski demikian, karat pada pipa belum dapat dipastikan sebagai penyebab pecahnya pipa. Penentuan penyebab kerusakan membutuhkan pemeriksaan teknis oleh pihak yang berkompeten serta bukti pendukung lainnya.
Begitu pula dengan dugaan bahwa cairan yang masuk ke Sungai Jirak merupakan minyak atau limbah dari kegiatan operasional perusahaan. Hal tersebut perlu dibuktikan melalui pengambilan sampel dan pengujian laboratorium.
Jangan Tunggu Sungai Kembali Tercemar
Berulangnya dugaan kejadian pencemaran di kawasan Sungai Jirak membuat warga meminta langkah penanganan tidak berhenti pada pembersihan setelah kejadian.
Masyarakat berharap perusahaan bersama pemerintah daerah dan instansi teknis melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jaringan pipa, mengidentifikasi sumber kebocoran, serta memastikan tidak ada material pencemar yang kembali masuk ke badan sungai.
Pengujian kualitas air juga dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kondisi Sungai Jirak dan potensi dampaknya terhadap aktivitas warga.
Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya pelanggaran atau pencemaran yang terbukti berasal dari kegiatan tertentu, masyarakat berharap proses penanganannya dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, hasil pemeriksaan yang transparan juga diperlukan agar tidak terjadi kesimpulan sepihak di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti dugaan pecahnya pipa dan sumber cairan yang masuk ke Sungai Jirak masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Media masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Pertamina EP Pendopo Field terkait kondisi pipa, kronologi kejadian, penyebab dugaan kebocoran, serta langkah penanganan yang telah dilakukan.
Hingga berita ini di terbitkan. Pihak pertamina blum ada respon.











