Lampung Tengah (Rilis Publik) – Pembagunan jalan rabat beton (cor beton) secara swadaya merupakan wujud nyata gotong royong warga dusun di berbagai wilayah di Kecamatan Sendangagung khususnya untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak demi memperlancar akses pendidikan dan ekonomi. Seringkali, inisiatif ini muncul karena keterbatasan dana kampung atau jalan yang sudah tidak layak dilewati.
Seperti Warga Dusun 04 Kampung Sendangbaru Kecamatan Sendangagung Kabupaten Lampung Tengah, secara gotong royong membangun jalan rabat beton sepanjang 500 meter yang sebelumnya rusak parah dengan sistem swadaya. Warga tidak hanya menyumbangkan uang dan semen secara mandiri, tetapi juga tenaga (kerja bhakti), makanan dan bahan material seperti pasir dan lainya.
Pembangunan jalan cor beton di dusun 04 Sendangbaru ini di mulai pada Jumat (6/2/2026) malam, melibatkan puluhan warga bahu membahu melakukan kerja bhakti mengecor jalan dan di lanjutkan pada hari-hari berikutnya hingga selesai.
Jalan cor beton merupakan inisiatif masyarakat sendiri karena menginginkan jalan agar mudah untuk di lalui.
Untuk memperlancar dan menyukseskan pembangunan jalan cor tersebut warga melakukan iuran minimal satu sak semen/KK, tetapi pada faktanya banyak yang memberikan lebih dari satu sak semen. Selebihnya adalah bantuan dari sejumlah pihak dan para tokoh masyarakat.
Kepala kampung Sendangbaru Muhammad Basyaruddin menyatakan sekaligus mengapresiasi semangat warga dusun 04 yang dengan sukacita bergotong royong bahu membahu berswadaya membangun jalan.
“Saya mengapresiasi semangat warga yang terus mempertahankan semangat gotong royong untuk membangun kampung”, ungkapnya.
Menurut Basyaruddin swadaya warga dinilai sangat positif, pembangunan secara swadaya sering kali diapresiasi karena menunjukkan kemandirian masyarakat dan memicu pembangunan di area lain.
Sementara proyek jalan rabat beton ini bukan hanya sekedar membangun infrastruktur fisik semata, terapi juga sebagai simbol persatuan dan kesatuan warga Kampung Sendangbaru.
” Tokoh agama dan perangkat kmpung turut memberikan dukungan moril dan spiritual, sehingga masyarakat semakin termotivasi untuk menyelesaikan proyek ini dengan baik”, katanya.
Ia menjelaskan, sebelumnya jalan tersebut masuk kategori jalan kabupaten, kemudian berubah statusnya menjadi jalan kampung. Jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat baik akses pendidikan dan akses ekonomi, sehingga sangat di butuhkan masyarakat.
Dengan semangat gotong royong yang begitu kuat, diharapkan pembangunan jalan rabat beton tersebut dapat selesai dalam waktu yang relatif singkat.
“Semoga inisiatif positif ini dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lainnya untuk terus berinovasi dan bersatu demi kemajuan bersama”, pungkasnya.
(Amin Ma’ruf)









