Pesawaran, Rilis Publik – Cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir yang melanda Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Senin (13/4/2026) sore, mengakibatkan dua warga tersambar petir. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat hujan disertai kilat dan petir melanda wilayah setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran menyebut kedua korban merupakan pasangan suami istri.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Wiwik Widayati (52), sedangkan suaminya, Pratikno (55), mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif. Keduanya merupakan warga Dusun V Desa Bagelen.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Pesawaran mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan disertai petir.
“Langkah paling aman adalah segera masuk ke bangunan permanen. Jika terjebak di luar ruangan, cari tempat rendah lalu jongkok dengan kaki rapat,” tulis BPBD dalam imbauannya.
Selain itu, warga diminta untuk tidak beraktivitas atau berteduh di area terbuka seperti sawah dan lapangan saat hujan disertai petir. Masyarakat juga diimbau menjauhi pohon besar, tiang listrik, menara, maupun pagar besi, serta tidak membawa atau memegang benda berbahan logam.
BPBD menegaskan bahwa petir dapat terjadi tanpa peringatan meskipun hujan belum turun. Suara guntur yang terdengar menjadi tanda bahwa petir berada dalam radius berbahaya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di wilayah Gedong Tataan masih dilaporkan mendung dan berpotensi hujan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.









