BOJONEGORO —RilisPublik – Rencana perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-30 PT BPR Bank Daerah Bojonegoro yang bakal menghadirkan grup band papan atas, Ungu, memicu atensi serius dari parlemen. Fraksi Partai Golkar DPRD Bojonegoro menyatakan dukungannya terhadap potensi ekonomi kreatif, namun memberikan catatan kritis mengenai akuntabilitas anggaran.
Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro dari Fraksi Golkar, Sigit Kushariyanto, mengungkapkan bahwa gelaran konser musik pada 23 Mei 2026 mendatang di Stadion Letjen H. Soedirman merupakan langkah berani dalam strategi branding BUMD. Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus berbanding lurus dengan kemanfaatan publik.
Sigit menilai sah-sah saja bagi bank milik daerah untuk menggelar event berbayar sebagai bagian dari penetrasi pasar. Namun, keterbukaan informasi menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
”Event berbayar adalah instrumen marketing yang lazim bagi BUMD. Namun, karena ini melibatkan penggalian dana publik, transparansi wajib dikedepankan. Pengelolaannya pun harus profesional, melibatkan pihak ketiga (EO) agar teknis dan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel,” tegas Sigit.
Ia juga memperingatkan agar perayaan ini tidak terjebak dalam euforia semu. Fraksi Golkar mengancam akan meminta penghentian kegiatan jika ditemukan indikasi pemborosan yang tidak tepat sasaran.
“Jika hanya untuk hura-hura tanpa urgensi yang jelas, kami dari Fraksi Golkar tidak ragu untuk meminta acara ini dibatalkan,” imbuhnya.
Di balik kritik tersebut, Sigit mengakui adanya sisi positif dari gelaran konser berskala besar. Perputaran uang di sektor riil diprediksi akan meningkat tajam, mulai dari sektor perhotelan, jasa parkir, hingga pedagang kaki lima.
Beberapa poin utama yang diharapkan menjadi dampak positif kegiatan ini antara lain:
* Akselerasi UMKM: Menjadi wadah promosi bagi produk lokal di lokasi acara.
* Edukasi Literasi Keuangan: Sarana bagi BPR untuk memperkenalkan produk pembiayaan kepada masyarakat luas.
* Daya Ungkit Ekonomi: Meningkatkan keterisian hotel dan menggairahkan sektor jasa di Bojonegoro.
Menutup pernyataannya, Sigit berharap BPR Bank Daerah tidak melupakan esensi hari jadinya. Selain konser, rangkaian kegiatan seperti santunan pedagang, lomba keagamaan, hingga aksi lingkungan di Mata Air Grogolan harus menjadi potret kedekatan bank dengan nasabahnya.
”Harapannya, momentum 30 tahun ini menjadi titik balik bagi BPR untuk lebih kuat dalam menyangga ekonomi masyarakat, bukan sekadar perayaan seremonial,” pungkasnya.
[Ahmad Gz]









