BOJONEGORO –Rilispublik | Suasana Balai Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Jumat (10/04/2026) sore, tampak lebih hidup dari biasanya. Warga berbondong-bondong memadati lokasi, menanti kedatangan Zulkifli Hasan yang turun langsung menyapa masyarakat. Dengan pengawalan sederhana namun penuh antusias, Menko Pangan tiba dan langsung berinteraksi hangat dengan warga, menandai keseriusan pemerintah dalam memastikan kondisi pangan tetap terkendali hingga tingkat desa.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Dari lokasi, terlihat jelas bagaimana pemerintah pusat hadir secara nyata untuk memantau langsung situasi di lapangan. Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang kerap menjadi perhatian publik, kehadiran Menko Pangan membawa pesan tegas: negara tidak akan membiarkan harga pangan melonjak dan memberatkan rakyat.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kunjungan ke Desa Tanjungharjo merupakan bagian dari rangkaian agenda nasional yang ia jalankan selama sepekan terakhir. Ia menyebut, tugas tersebut merupakan mandat langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Tugas pertama saya memastikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berjalan optimal. Total ada 30.000 koperasi, dan Insyaallah seluruhnya akan mulai beroperasi pada bulan Juni mendatang,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Tidak kalah penting, pengendalian harga pupuk menjadi perhatian khusus demi menjaga stabilitas sektor pertanian.
“Yang terakhir, saya pastikan harga pangan tetap stabil. Tidak boleh ada kenaikan yang memberatkan masyarakat, ini arahan langsung dari Bapak Presiden,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako beras 5 kilogram kepada 250 warga Desa Tanjungharjo sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
Sebelum tiba di Desa Tanjungharjo, Menko Pangan diketahui telah melakukan kunjungan ke sejumlah pondok pesantren di Bojonegoro, di antaranya Ponpes Al-Falah, Al-Rosyid, Al-Aziz, Darun Najah, dan Attanwir. Ia juga meninjau langsung aktivitas produksi di salah satu penggilingan padi, Faraza Agro Perkasa, Desa Simorejo, Kecamatan Kanor.
Kunjungan ini menjadi bukti konkret bahwa pemerintah terus bergerak aktif dari pusat hingga daerah, memastikan setiap program berjalan efektif dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga. Dengan pengawasan langsung seperti ini, diharapkan stabilitas pangan nasional dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.
[Ahmad]









