LAMPUNG SELATAN, Rilis Publik – Label perusahaan ritel raksasa berskala nasional seolah tidak menjadi jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen di Alfamart Jl. Raden Gunawan, Desa Hajimena, Kecamatan Natar. Alih-alih mendapatkan pelayanan profesional, gerai yang berlokasi tepat di samping kompleks Asri Estate ini justru menjadi potret nyata buruknya manajemen keamanan dan krisis moralitas karyawan.
Darurat Keamanan: Parkiran Menjadi “Lapak” Curanmor
Keamanan konsumen di gerai ini berada di titik nadir. Sepanjang tahun 2025, tercatat sedikitnya tiga unit sepeda motor pelanggan raib digondol maling. Ironisnya, meski monitor CCTV terpampang jelas di area depan, tindak kriminal ini seolah dibiarkan terjadi tanpa pencegahan berarti.
Lebih menyakitkan bagi korban, respons para kru toko terkesan “buang badan” dan memberikan jawaban yang tidak masuk akal saat dimintai pertanggungjawaban. Komitmen Alfamart terhadap keselamatan aset pelanggan patut dipertanyakan besar-besaran.
Skandal Etika Kasir: Dari “Mulut Sampah” hingga Pelanggaran Privasi
Borok Alfamart Raden Gunawan tidak berhenti di masalah parkiran. Oknum kasir berinisial ML secara terang-terangan menunjukkan perilaku primitif yang jauh dari standar pelayanan. ML diduga kuat menyebarkan video dan pesan singkat berisi konten yang tidak bermoral serta menghina pelanggan—sebuah tindakan yang tidak hanya nir-etika, tetapi juga mencerminkan rendahnya kualitas rekrutmen perusahaan.
“Apakah saat penerimaan pegawai tidak diajarkan moralitas dan tata cara menghargai orang yang lebih tua?” Pertanyaan ini mencuat mengingat perilaku oknum tersebut yang jauh dari kata terdidik.
Kinerja “Makan Gaji Buta” dan Respons Call Center yang Mandul
Hasil investigasi di lapangan menunjukkan pemandangan yang memuakkan: alih-alih fokus pada pelayanan dan pengawasan keamanan, para kasir justru asyik bersenda gurau dan duduk santai di balik meja kasir.
Ketidakbecusan ini diperparah dengan layanan pengaduan resmi Alfamart. Alih-alih memberikan solusi konkret bagi pelanggan yang dirugikan, respons Call Center justru dinilai normatif dan tidak masuk akal, seolah-olah keluhan masyarakat hanya dianggap angin lalu.
Tuntutan Tegas: Copot Seluruh Karyawan!
Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Direktur Utama Alfamart didesak untuk segera turun tangan melakukan pembersihan total. Langkah tegas berupa pemecatan dan penggantian seluruh kru di gerai Jl. Raden Gunawan adalah harga mati guna mencegah dampak yang lebih buruk bagi masyarakat.
Jika manajemen pusat terus menutup mata terhadap “borok” di Hajimena ini, maka publik berhak mempertanyakan: Apakah Alfamart memang membiarkan premanisme dan amoralitas tumbuh subur di dalam toko mereka?









