Dari Limbah Menjadi Bernilai, Mahasiswa KKN-TK Unigoro Kenalkan Budidaya Jamur Janggel dan Luncurkan Produk “SUMBERASA”

Senin, 3 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO //Rilispublik | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 8 Universitas Bojonegoro menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah bonggol jagung sebagai media tumbuh jamur janggel sekaligus meluncurkan produk unggulan bertajuk “SUMBERASA” di Balai Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Senin (3/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal desa. Sosialisasi diikuti masyarakat Desa Sumberbendo dengan antusias melalui sesi pemaparan materi, diskusi, hingga praktik pengenalan media tanam.

Narasumber kegiatan, Setyo Wahono Al Irvan dari Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro, menjelaskan bahwa Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar sehingga menghasilkan limbah bonggol jagung dalam jumlah melimpah. Menurutnya, limbah tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal dapat diolah menjadi media budidaya jamur janggel yang ramah lingkungan dan memiliki nilai tambah ekonomi.

Dalam pemaparannya, peserta memperoleh materi mengenai konsep pemanfaatan bonggol jagung, manfaat budidaya jamur janggel, alat dan bahan yang diperlukan, proses pembuatan media tanam, hingga teknik perawatan sampai masa panen. Media tanam dibuat menggunakan bonggol jagung yang dipadukan dengan dedak, urea, dan ragi, kemudian dirawat melalui penyiraman secara rutin agar kelembapan tetap terjaga.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik budidaya, perawatan jamur, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan dari pemanfaatan limbah pertanian tersebut. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya minat terhadap inovasi yang diperkenalkan mahasiswa.

Tidak hanya memberikan edukasi, KKN-TK Kelompok 8 juga memperkenalkan identitas produk “SUMBERASA” sebagai hasil inovasi selama pelaksanaan KKN. Produk tersebut terdiri atas berbagai olahan berbahan dasar jamur, seperti brownies jamur, lumpia jamur, dan dimsum jamur. Peluncuran logo dilakukan sebagai langkah awal membangun identitas produk lokal yang diharapkan mampu bersaing dan mendukung pengembangan UMKM desa.

Sebagai penutup, peserta diajak mencicipi produk olahan jamur yang telah diproduksi mahasiswa. Berbagai olahan tersebut mendapat apresiasi positif dari masyarakat karena dinilai memiliki cita rasa yang baik serta berpotensi menjadi produk unggulan Desa Sumberbendo.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-TK Kelompok 8 Universitas Bojonegoro berharap inovasi pemanfaatan limbah bonggol jagung tidak hanya mampu mengurangi limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, serta memperkuat pengembangan desa berbasis potensi lokal melalui budidaya dan pengolahan jamur janggel.

[Red]

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat
60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga
Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas
Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir
Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya
Dana Bantuan P3A Bone Rp38 Miliar Diduga Diambil Paksa, Kelompok Tani Hanya Diberi Rp1 Juta
64 Klub Siap Bertarung, ORADO Bojonegoro Matangkan Piala Panglima TNI 2026
Proyek P3-TGAI pao 1 dan Pao 2 di Desa Ajang Pulu Bone Diduga Bermasalah, Pekerjaan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 13:44

60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga

Senin, 28 September 2026 - 08:16

Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas

Sabtu, 26 September 2026 - 17:52

Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir

Jumat, 25 September 2026 - 07:19

Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya

Berita Terbaru