BOJONEGORO —Rilis publik |✓Turnamen Open Tournament Domino ORADO (101) Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Kabupaten Bojonegoro berlangsung kompetitif. Koramil Kapas 2 berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menundukkan Borac Bubulan 2 dengan skor 2-0 gim langsung pada partai final.
Turnamen yang diikuti 64 klub ORADO se-Kabupaten Bojonegoro tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan olahraga domino ORADO di tingkat daerah.
Pada perebutan posisi ketiga, Dewa Anom berhasil mengamankan podium setelah mengalahkan Karya Mandiri Kasiman dengan skor 2-1. Hasil tersebut melengkapi susunan juara turnamen yang mempertemukan klub-klub ORADO dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.
Ketua Pengcab ORADO Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, mengatakan turnamen Piala Panglima TNI menjadi momentum penting untuk mendorong perkembangan ORADO sebagai cabang olahraga resmi sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Bojonegoro.
“Terima kasih. Lewat momentum Piala Panglima TNI, turnamen ORADO dalam rangka Hari Ulang Tahun TNI yang ke-81, tentu ke depan harapannya di cabang olahraga ORADO yang sudah menjadi cabang olahraga resmi ini akan lahir banyak atlet yang berprestasi,” ujar Ahmad Supriyanto.
Menurutnya, potensi pemain ORADO di tengah masyarakat Bojonegoro cukup besar. Hal tersebut terlihat dari antusiasme puluhan klub yang ambil bagian dalam turnamen.
“Dasar-dasar, strategi-strategi permainan ORADO ini sudah dimiliki banyak masyarakat. Tinggal kita memberikan edukasi-edukasi dan sedikit arahan, nanti akan banyak lahir atlet yang berprestasi, khususnya dari Kabupaten Bojonegoro,” lanjutnya.
Hasil Akhir Turnamen :
🥇 Juara 1: Koramil Kapas 2
🥈 Juara 2: Borac Bubulan 2
🥉 Juara 3: Dewa Anom Kedungadem
Juara 4: Karya Mandiri Kasiman
Turnamen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ORADO mulai memiliki basis komunitas yang kuat di Bojonegoro. Dengan keterlibatan 64 klub, kompetisi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan, sehingga kemampuan dasar, strategi permainan, serta mental bertanding para pemain dapat terus berkembang.
Melalui pembinaan yang terarah dan kompetisi yang berkesinambungan, ORADO diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas komunitas, tetapi mampu melahirkan atlet yang dapat membawa nama Kabupaten Bojonegoro dalam kompetisi di tingkat yang lebih luas.
(Red)











