Harga Kedelai Naik, Pelaku UMKM Tahu Bojonegoro Menjerit Butuh Suntikkan

Senin, 7 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro  (Rilis Publik) – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang mencapai Rp 17.200 per USD pada 7 April 2025 telah berdampak langsung pada kenaikan harga kedelai dan menimbulkan kesulitan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bojonegoro. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Uswatun Hasanah, seorang pengusaha tahu di Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Senin (07/04/2025).

Menurut Uswatun, kedelai yang merupakan bahan baku utama pembuatan tahu, telah melonjak dari Rp 8.500 per kilogram menjadi Rp 9.400 per kilogram.

“Saya kira kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya biaya Impor akibat pelemahan Rupiah.” Ucapnya.

Lebih lanjut Uswatun menjelaskan, meskipun harga jual tahu di pasaran tetap, atau tidak mengalami kenaikan, peningkatan biaya produksi secara signifikan telah menekan keuntungan usahanya.

“Keuntungan kami semakin menipis,tapi gimana lagi usaha inilah yang menghidupi selama ini, kita harus tetap mensyukurinya. “Ujarnya.

Ia berharap Pemerintah memberikan bantuan atau subsidi untuk meringankan beban para pelaku UMKM seperti dirinya.

Uswatun menambahkan, kenaikan harga kedelai ini menjadi contoh nyata dampak negatif pelemahan rupiah terhadap perekonomian Rakyat, khususnya bagi UMKM yang sangat bergantung pada bahan baku impor.

“Situasi ini membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna melindungi dan membantu UMKM agar tetap bertahan di tengah gejolak Ekonomi.” Pungkasnya.
[Bang Jali]

Berita Terkait

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan
Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi
Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual
Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo
Sebut PUPR Sangat Tanggap, Walkot LIRA Banda Aceh Apresiasi Kinerja Rulli Syahreza
khusyuk! Ziarah Kubro Warnai Peringatan Tahun Baru Islam di Sendangbaru
Negri Agung United Raih Juara Pertama, Camat Hepi Haryanto Apresiasi Semangat Tim

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:46

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:33

Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:04

Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:05

Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:41

Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo

Berita Terbaru